Ketika Bos OJK 'Jadi Tukang Sapu' Pidato Prabowo Soal Menantang MSCI

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:57 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi [Suara.com/Rina]
BACA 10 DETIK
  • Prabowo menegaskan Indonesia tidak takut menghadapi ancaman MSCI.
  • Bos OJK menegaskan reformasi pasar modal tetap berjalan.
  • Transparansi, likuiditas, dan penegakan aturan jadi pekerjaan rumah bursa.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan keras kepada Morgan Stanley Capital International (MSCI) dengan menegaskan Indonesia tidak takut menghadapi ancaman penurunan status pasar saham dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Namun, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi justru mengarahkan respons ke agenda pembenahan pasar modal.

Di tengah sikap tegas Prabowo, Friderica menegaskan reformasi pasar modal Indonesia akan terus berjalan. Bagi OJK, persoalan yang menjadi sorotan MSCI tidak cukup dijawab dengan pernyataan berani, tetapi harus ditindaklanjuti melalui perbaikan transparansi, likuiditas, integritas, dan penegakan aturan di pasar saham.

"Pokoknya reformasi pasar modal jalan terus," ujar Friderica di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Friderica Widyasari Dewi terpilih sebagai calon Ketua OJK usai mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). [Antara]

Perempuan yang akrab disapa Kiki itu mengatakan, Presiden Prabowo turut mendukung upaya pembenahan pasar modal agar semakin kredibel, likuid, dan transparan. OJK juga ingin menjadikan pasar saham domestik sebagai tempat investasi jangka panjang bagi masyarakat Indonesia.

Menurut Friderica, reformasi tersebut bukan semata-mata dilakukan untuk merespons kritik dari satu penyedia indeks global. Pembenahan sudah berjalan sejak awal 2026 sesuai arahan pemerintah, terutama untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ditemukan di pasar modal.

"Kita melakukan perbaikan bukan karena satu global index provider tertentu, tapi memang niat kita sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita melakukan perbaikan-perbaikan yang masih kurang," tegasnya.

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan sikap keras terhadap MSCI dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Rabu (21/10/2026). Ia menilai ancaman penurunan status pasar modal Indonesia sebagai upaya menakut-nakuti Indonesia.

"Saya hanya katakan ke MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar!" ujar Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto di sidang kabinet paripurna. (Antara)

Pernyataan tersebut muncul setelah MSCI membuka konsultasi mengenai kemungkinan reklasifikasi Indonesia dari kategori pasar berkembang menjadi pasar mandiri. Perhatian MSCI terhadap struktur pasar dan transparansi kepemilikan saham menjadi salah satu tantangan bagi otoritas pasar modal Indonesia.

Namun, OJK menegaskan pernyataan Prabowo bukan berarti pemerintah mengabaikan persoalan yang disoroti MSCI. Friderica mengatakan otoritas tetap berupaya mempertahankan posisi Indonesia di kategori Emerging Market sembari melanjutkan perbaikan yang diperlukan.

Dengan demikian, sikap pemerintah yang menolak tekanan eksternal berjalan beriringan dengan upaya regulator memenuhi kebutuhan pembenahan pasar saham. OJK juga telah melaporkan perkembangan pasar modal, kondisi emiten, dan struktur pasar kepada Presiden.

Friderica mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang harus diperkuat, terutama integritas, transparansi, likuiditas, dan penegakan aturan. Hal ini menjadi pekerjaan rumah penting karena kredibilitas pasar modal tidak hanya ditentukan oleh pernyataan pemerintah, tetapi juga oleh kualitas tata kelola dan kepercayaan investor.

OJK sebelumnya telah menegaskan komitmen memperkuat transparansi kepemilikan saham, meningkatkan keterbukaan informasi, serta menindak pelanggaran perdagangan saham, termasuk dugaan praktik coordinated trading.

Pada Rabu (21/10/2026), OJK juga menegaskan penegakan aturan akan terus dilakukan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun pasar modal yang lebih adil dan dapat dipercaya oleh investor domestik maupun internasional.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com