Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp50,63 Triliun, Buyback Saham Jadi Strategi Jangka Panjang

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:30 WIB
Kantor pusat Bank Mandiri di Jakarta. [Suara.com/Dythia]
BACA 10 DETIK
  • Sepanjang 2026, PT Bank Mandiri membagikan total dividen sekitar Rp50,63 triliun kepada para pemegang sahamnya.
  • Perusahaan merealisasikan program buyback sebanyak 91,75 juta saham yang dialihkan untuk kepemilikan saham karyawan pada Juni 2026.
  • Hingga Agustus 2026, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.592 triliun dengan perolehan laba bersih sebesar Rp37,5 triliun.

Suara.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan penguatan bisnis melalui pembagian dividen serta program pembelian kembali saham (buyback).

Sepanjang 2026, Bank Mandiri membagikan dividen sekitar Rp50,63 triliun, terdiri atas dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan pembagian dividen interim merupakan bentuk apresiasi kepada pemegang saham atas kepercayaan mereka terhadap perseroan.

“Kami ingin pemegang saham dapat menikmati hasil kinerja Bank Mandiri lebih awal melalui dividen interim,” ujar Novita dalam siaran pers yang diterima, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, besarannya tetap memperhatikan kebutuhan modal untuk ekspansi dan mengantisipasi risiko, sehingga Bank Mandiri dapat terus mengembangkan bisnis dan menghasilkan laba yang mendukung imbal hasil berkelanjutan bagi pemegang saham.

Selain pembagian dividen, Bank Mandiri juga merealisasikan program buyback sebanyak 91,75 juta saham.

Ilustrasi dividen. [Unsplash]

Saham tersebut kemudian dialihkan melalui Program Kepemilikan Saham bagi Karyawan pada 24–29 Juni 2026 untuk mendorong rasa memiliki, meningkatkan produktivitas, serta menyelaraskan kontribusi karyawan dengan kinerja jangka panjang perusahaan.

Strategi tersebut didukung kinerja keuangan yang solid. Hingga Agustus 2026, penyaluran kredit Bank Mandiri secara bank only mencapai Rp1.592 triliun, tumbuh 17,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh 17,6 persen menjadi Rp1.687 triliun, melampaui pertumbuhan DPK industri sebesar 13,7 persen.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto tercatat sebesar 1,00 persen, dengan rasio pencadangan terhadap NPL (NPL coverage ratio) sebesar 240,6 persen.

Sementara itu, laba bersih secara bank only mencapai Rp37,5 triliun, meningkat 22,3 persen secara tahunan.

Bank Mandiri menyatakan akan terus mengelola modal secara hati-hati dengan mempertimbangkan kebutuhan ekspansi, kecukupan likuiditas, serta risiko bisnis.

Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga pertumbuhan usaha sekaligus memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com