- PT Bank Rakyat Indonesia melibatkan 783 peserta dalam Program Pemagangan Nasional Kemnaker tahun 2026.
- Sebanyak 133 alumni magang tahun 2025 berhasil diserap untuk bekerja di lingkungan BRI.
- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengapresiasi kurikulum terstruktur dan pendampingan mentor selama enam bulan di BRI.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali ikut serta dalam progam Pemagangan Nasional Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia. BRI membuka kesempatan bagi fresh graduate untuk mengenal industri perbankan.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, program Magang Hub menjadi salah satu upaya untuk membantu peserta meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
"Untuk melihat ya adik-adik yang sedang magang di BRI yang magang hub ini sudah berjalan sudah 2 batch di BRI," katanya di Gedung BRI, Jumat (23/10/2026).
Sejak pertama kali mengikuti program tersebut pada 2025, BRI telah menjadi ruang belajar bagi 1.354 peserta. Sebanyak 571 peserta mengikuti tiga batch pada 2025, sementara pada penyelenggaraan tahun ini terdapat 783 peserta yang aktif mengikuti program di BRI.
Dari 783 peserta tersebut, sebanyak 436 peserta ditempatkan di 65 group Kantor Pusat BRI, antara lain pada bidang teknologi informasi, manajemen risiko, wealth management, hingga bisnis ultra mikro. Sementara itu, 347 peserta lainnya tersebar di 17 Regional Office BRI, mulai dari Medan hingga Jayapura.
"Kita melakukan dialog yang sangat baik begitu dan mereka pada semang bisa belajar ya dari mentor-mentornya yang merupakan karyawan BRI," kata Hery.
Hery juga mengatakan bahwa penyebaran peserta hingga ke berbagai daerah merupakan bagian dari upaya BRI untuk memperluas akses terhadap pengalaman kerja bagi generasi muda, sehingga kesempatan mengikuti program pemagangan tidak hanya terpusat di Jakarta maupun kota-kota besar.
"Di BRI, peserta magang tidak sekadar mengamati. Mereka diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pekerjaan, belajar bersama mentor, serta memahami bagaimana pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan diterapkan dalam dunia kerja. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk membangun karier, baik di BRI maupun di berbagai perusahaan dan industri lainnya," jelasnya.
Untuk memastikan proses pembelajaran berjalan secara terarah, BRI menyiapkan kurikulum BRILiaN Internship Assistant Program. Melalui kurikulum tersebut, peserta dibekali berbagai kompetensi, mulai dari pengolahan dan analisis data, administrasi operasional, komunikasi efektif, pengetahuan perbankan, penyusunan laporan, hingga penerapan keilmuan masing-masing di unit kerja.
Selain proses pembelajaran, hasil program pemagangan juga mulai terlihat dari perjalanan peserta angkatan pertama. Dari 571 alumni tahun 2025, sebanyak 133 orang kini telah berkarya di lingkungan BRI, atau hampir satu dari empat alumni.
Hery menegaskan bahwa keberhasilan program pemagangan tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta yang kemudian direkrut oleh BRI. Menurutnya, tujuan yang lebih besar adalah memastikan para peserta memiliki kompetensi, pengalaman, etos kerja, dan kepercayaan diri yang lebih kuat ketika memasuki dunia profesional.
"Bagi kami, yang terpenting adalah setelah menyelesaikan program ini mereka memiliki bekal yang semakin kuat untuk menghadapi dunia kerja. Apa pun pilihan karier mereka ke depan, kami ingin pengalaman selama berada di BRI memberikan nilai tambah bagi perjalanan profesional mereka," lanjut Hery.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli mengapresiasi pelaksanaan Program Pemagangan Nasional di BRI, terutama dari sisi pendampingan mentor dan penyusunan program pembelajaran yang terstruktur selama enam bulan.
Menurutnya, mentor di BRI berperan aktif dalam merancang secara rinci proses pembelajaran peserta, mulai dari kompetensi yang perlu dipelajari, praktik kerja yang dijalankan, hingga proyek yang dikelola selama masa pemagangan. Proses tersebut diharapkan dapat mempersiapkan peserta untuk mengikuti sertifikasi profesi pada akhir program.
“Saya mengapresiasi BRI karena programnya dirancang dengan sangat baik. Mentor membantu menyiapkan secara detail selama enam bulan peserta akan belajar apa, mempraktikkan apa, dan mengelola proyek apa. Harapannya, sampai akhir bulan keenam mereka sudah memiliki pengalaman dan kompetensi yang cukup untuk memasuki dunia kerja,” ujar Yassierli.
Sebagaimana diketahui, Program Pemagangan Nasional menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman kerja, meningkatkan kompetensi, serta memahami kebutuhan dunia industri secara langsung.
Pada 2026, program tersebut menargetkan 150 ribu peserta untuk mendapatkan kesempatan magang dan pengalaman kerja selama enam bulan. Melalui proses tersebut, peserta diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk memasuki dunia industri setelah menyelesaikan program.