- Menko Airlangga melaporkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,45 persen kepada Presiden Prabowo di Istana Jakarta.
- Pertumbuhan didukung investasi dan sektor produktif, melampaui rata-rata global serta mencatat tingkat pengangguran terendah 4,65 persen.
- Pemerintah menyiapkan berbagai stimulus ekonomi kuartal IV 2026 serta insentif transportasi untuk menghadapi libur akhir tahun.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan capaian positif kinerja ekonomi nasional kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Airlangga menyampaikan ekonomi Indonesia berhasil tumbuh sebesar 5,45 persen.
Pencapaian ini ditopang oleh penguatan investasi serta kinerja sektor produktif yang berfokus pada pertumbuhan inklusif.
“Ekonomi dan stabilitas sektor riil, ini ekonomi kita terus tumbuh di atas 5 persen, yaitu 5,45 persen, di mana ini lebih tinggi dari global rata-rata yang 3 persen dan kita di sini tertinggi di G20 Pak Presiden, dan juga salah satu yang tertinggi di ASEAN,” ujar Menko Airlangga dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Kepresidenan Jakarta, dilansir dari Antara, Sabtu (24/10/2026).
Kondisi sektor manufaktur juga menunjukkan tren optimis dengan Purchasing Managers’ Index yang meningkat ke level 52,4. Selain itu, tingkat pengangguran tercatat mencapai angka terendah sebesar 4,65 persen, serta angka rasio gini membaik di posisi 0,368.
Pemerintah terus menjaga disiplin fiskal dengan menekan defisit APBN pada angka 1,24 persen. Dari sektor moneter, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen, sementara cadangan devisa mencapai 146,3 miliar dolar AS.
Untuk mempertahankan momentum hingga akhir tahun, pemerintah telah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi kuartal IV 2026. Bantuan mencakup program satu orang satu rekening, bantuan pangan beras untuk 33,24 juta KPM, hingga Bantuan Subsidi Upah bagi 13,3 juta pekerja.
Pemerintah juga memanjakan masyarakat lewat stimulus transportasi periode Natal dan Tahun Baru.
“Kemudian Stimulus Nataru, ini sudah disepakati diskon 30 persen daripada tiket, kemudian 30 persen juga untuk kapal, kemudian jasa kepelabuhan juga diberikan spesial harga dari ASDP, kemudian juga PPN ditanggung pemerintah untuk perjalanan udara di dalam negeri," kata Airlangga.
Memasuki awal 2027, Presiden Prabowo mengarahkan keberlanjutan program magang nasional, vokasi, PPh DTP pekerja, hingga insentif PPN DTP sektor perumahan.