Suara.com - Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu bersikeras klubnya tidak melakukan kesalahan apapun saat mengontrak bintang muda Brasil Neymar. Sebelumnya Barcelona dituding telah melakukan penipuan untuk menghindari pajak saat mendatangkan Neymar dari Santos.
Peristiwa tersebut terjadi pada masa Presiden Barcelona sebelumnya Sandro Rosell. Terkait tudingan tersebut, Rosell menyangkal dan meletakkan jabatannya demi nama baik klub dan dirinya.
Seperti halnya Rosell, Bartomeu juga menyangkal adanya masalah dalam kontrak tersebut. Namun, Barcelona tetap menyetorkan uang sebesar 13,5 juta euro atau lebih dari Rp216 miliar.
"Yang harus diingat rekan-rekan kami adalah bahwa apa yang kami katakan beberapa waktu lalu soal kontrak Neymar adalah benar. Ini adalah kontraknya," jelas Bartomeu.
"Saya bawa koran klub bulan ini dan di dalamnya anda bisa membaca dua halaman lebih tentang kontrak Neymar. Ini adalah sesuatu yang tidak pernah terjadi di Spanyol dan Sepakbola Eropa, dimana sebuah klub menginformasikan seluruh angka kepada publik," tambahnya.
Barcelona mendatangkan Neymar dengan nilai 86,2 juta euro atau lebih dari Rp1,3 triliun. (soccerway)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita
-
Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim
-
4 Micellar Water Probiotic Jaga Keseimbangan Skin Barrier pada Kulit Kering
-
Berdayakan UMKM Lokal, BRI Hadirkan Pelatihan Terpadu Lewat Rumah BUMN Demak