Suara.com - Hari ini, 65 tahun silam, Arsene Wenger lahir di Strasbourg, Prancis. Orang Prancis yang sukses di negeri orang, itulah Arsene Wenger, manajer terlama dan tersukses di klub raksasa Inggris, Arsenal.
Boring, boring Arsenal, demikian klub London Utara diejek oleh media sebelum tahun 1996. Apalagi jika bukan karena kurangnya kreativitas permainan dan minimnya gelar yang diraih. Namun, semua berubah sejak Wenger didapuk sebagai arsiteknya. Pelatih yang sebelumnya mengasuh AS Monaco dan klub J-League Nagoya Grampus Eight, datang dengan metode dan visi baru bagi The Gunners.
Sepak bola yang menghibur, begitu konsep yang ditawarkan Wenger kepada Arsenal saat pertama kali menginjakkan kakinya di Highbury. Wenger pulalah salah satu penganut gaya permainan menyerang yang terbukti ampuh membuat klub London Utara itu meraih kemenangan demi kemenangan.
Wenger juga dikenal sebagai pelatih bertangan dingin yang piawai memoles pemain-pemain muda berbakat, juga murah, menjadi bintang lapangan hijau yang ditawar klub lain dengan harga selangit. Contohnya adalah ketika Arsenal membeli Cesc Fabregas dan Robert Pires dengan dana sedikit. Wenger mampu menyulap mereka jadi pemain yang bukan murahan. Ketajaman Wenger dalam memilih bakal pemain bintang juga terbukti saat dirinya memboyong Patrick Vieira dan Thierry Henry. Tak terlalu murah memang, namun itu sepadan dengan tiga gelar Liga Premier dan empat Piala FA yang dipersembahkan Vieira, serta dua gelar Liga dan tiga Piala FA yang diraih saat Thierry Henry masih berseragam The Gunners.
Sampai saat ini, Wenger masih melanjutkan tren pembelian pemain-pemain murah berbakat itu. Memang, para pemain muda itu belum terlalu menelurkan banyak gelar. Namun bukan Wenger namanya jika tak punya ramuan strategi rahasia untuk memoles mereka menjadi emas.
Kebiasaan Wenger memilih pemain muda nan murah dari antah berantah bukan tak menuai kritik. Banyak yang berpendapat Arsenal akan lebih hebat jika tak menaruh tanggung jawab di atas pundak pemain baru yang minim jam terbang di Liga Premier. Namun berulang kali manajer berjuluk The Professor mematahkan pandangan itu. Loyalitas dan visinya yang jauh ke depan itulah yang justru membuat Wenger tetap bertahan di Emirates Stadium.
Wenger juga dikenal memiliki intuisi tajam dalam memilih calon pemain yang bakal bersinar. Contoh mudahnya adalah ketika ia membeli striker MU Danny Wellbeck. Walau sempat dicibir lantaran Wellbeck yang dinilai tak terlalu produktif mencetak gol, Wenger membuktikan bahwa dirinya tak asal pilih. Wellbeck tampil menggila, dirinya mencetak 5 gol dalam 7 laga yang dilakoninya bersama Arsenal awal musim ini. Tiga gol diantaranya adalah hattrick yang ia ciptakan kala Meriam London menggilas Galatasaray 4-1.
Di waktu luang, ternyata suami Annie Brosterhous ini tak pernah lepas dari urusan bola. Waktu senggangnya ia habiskan untuk mempelajari rekaman-rekaman laga sepak bola. Lelaki yang tertarik pada dunia politik ini juga bekerja sebagai konsultan sepak bola di stasiun televisi Prancis, TF1. Wenger juga pernah menulis buku. Buku yang lagi-lagi tentang sepak bola itu berjudul Shosa no Spirit dan dipasarkan di Jepang. Wenger juga diketahui fasih berbicara bahasa Jerman, Inggris, Spanyol, Italia, dan sedikit Jepang, di samping bahasa ibunya, Prancis.
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Poin Persib Bandung Sama dengan Borneo FC, Beckham Putra Buka Suara
-
Bersinar di Super League, 3 Pemain Ini Justru Tak Dilirik John Herdman untuk Timnas Indonesia
-
Senang Dipanggil Timnas Indonesia, Marc Klok Masih Fokus Bersama Persib Bandung
-
Persebaya Surabaya Ngamuk, Hajar Arema FC 4 Gol Tanpa Balas
-
Michael Carrick Memuji Profesionalisme Casemiro
-
Persis Solo Belum Menyerah untuk Terhindar dari Degradasi
-
Bukan Asal Pilih! John Herdman Bongkar Alasan Panggil 23 Pemain Timnas Indonesia
-
Perbandingan Ketajaman Striker Timnas Indonesia yang Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026
-
Rafael Struick Masih Dipinggirkan John Herdman dari Timnas Indonesia
-
Kunci Keberhasilan Persija Jakarta Bantai Persis, Dony Tri Pamungkas Jadi Pemain Terbaik