Suara.com - Hari ini, 45 tahun yang lalu, Aji Santoso lahir di Malang, Jawa Timur. Aji Santoso adalah mantan pesepakbola nasional yang kini menjadi arsitek timnas Indonesia U-23.
Nama Aji Santoso belakangan kerap muncul di headline media-media tanah air. Ia baru saja rampung memimpin Timnas U-23 melewati babak kualifikasi Piala Asia U-23 2016.
Aji sempat sukses memimpin anak-anak asuhnya mempecundangi kesebelasan Timor Leste dan Brunei di dua laga awal Grup H. Sayang, Evan Dimas dan kolega takluk di tangan Korea Selatan di laga ketiga. Kalah selisih gol dari Arab Saudi, Timnas U-23 yang sempat bercokol di urutan 5 runner up terbaik, terlempar ke posisi 6 sehingga gagal lolos ke putaran final Piala Asia di Qatar tahun 2016 mendatang.
Kendati demikian, Aji masih punya peluang besar untuk mengharumkan nama skuat Garuda serta namanya sendiri. Pasalnya, ia masih dipercaya penuh untuk menukangi Timnas U-23 di ajang SEA GAMES 2015 yang bakal digelar di Singapura bulan Juni mendatang.
Sebelum menekuni dunia kepelatihan, Aji adalah pemain sepak bola yang cukup disegani di tanah air. Ia mengawali kariernya pada tahun 1987 sebagai punggawa Arema Malang.
Bermain pada posisi bek, pada masanya, Aji dikenal sebagai 'benteng' yang kokoh. Tak cuma piawai mengawal lapangan belakang, Aji juga kerap memberi kontribusi penting bagi serangan.
Jika diamati, banyak kesamaan antara Aji dengan sosok bek handal Brasil, Roberto Carlos. Handal menghalau pemain lawan yang hendak memporak-porandakan pertahanan tim, juga jago melepaskan tembakan-tembakan keras dan berbahaya ke gawang lawan.
Nama Aji Santoso mulai dikenal pecinta sepak bola tanah air kala berhasil membantu timnas Indonesia merebut medali emas SEA Games 1991 di Filipina. Di SEA Games 1993, Aji kembali sukses mengibarkan bendera Indonesia, kendati hanya di podium ketiga.
Prestasinya di tingkat nasional juga tak kalah membanggakan. Ia jadi satu dari hanya sedikit pemain sepak bola nasional yang merebut juara kompetisi PSSI di tiga klub berbeda, yakni Arema (1992/1993), Persebaya Surabaya (1997/1998), dan PSM Makassar (1999/2000). Menariknya, sepanjang kariernya di lapangan hijau, Aji, yang pernah jadi juara lomba panco antarpemain, tak pernah sekalipun duduk di bangku cadangan.
Setelah gantung sepatu pada tahun 2004, Aji menekuni dunia kepelatihan. Klub pertama yang ia asuh adalah PSSI U-17. Sebelum akhirnya jadi arsitek Timnas U-23, Aji pernah duduk di kursi pelatih lebih dari 10 klub yang berbeda. Selain Persebaya Surabaya, Aji pernah menukangi Persisam Putra Samarinda dan Persema Malang.
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Pelatih Senegal Pape Thiaw: Salat Dulu Baru Piala Dunia
-
Start Apik di Piala Dunia 2026, Salem Al-Dawsari Syukuri Hasil Imbang Lawan Uruguay
-
Persebaya Rekrut 5 Pemain Sekaligus, Daftarnya Bukan Kaleng-kaleng!
-
Hadapi Irak, Pelatih Norwegia: Erling Haaland Senjata Mematikan
-
Satu Musim Berkesan di Laskar Mataram, Donny Warmerdam Resmi Pamit dari PSIM Yogyakarta
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Sosok Penting Persija Jakarta Cabut Gabung Persis Solo
-
FIFA Paksa Iran Tinggalkan AS! Pencitraan Infantino, Masuk Ruang Ganti Ucap Kata Ini
-
Profil Persikad Depok: Klub Liga 2 Championship, Nagina Slavina Dikabarkan Jadi Presidennya
-
Erick Thohir Bocorkan Road Map Timnas Indonesia hingga 2031, Piala Dunia Target Utama