Suara.com - Arema Cronus Indonesia Malang merayakan HUT ke-28 dengan kemenangan setelah menaklukkan Persib Bandung 1-0 dalam laga persahabatan dalam di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Malang, Jatim, Selasa (11/8/2015).
Selama 45 menit babak pertama, para pemain Arema cukup percaya diri untuk melakukan serangan cepat dan mengobrak-abrik lini tengah dan pertahanan Persib Bandung. Serangan cepat tersebut mampu membobol gawang I Made Wirawan dan membuahkan gol bagi Arema pada menit ke-2 yang dipersembahkan Samsul Arif.
Serangan demi serangan terus digulirkan oleh anak asuh Suharno tersebut, namun sejumlah peluang emas yang tercipta belum mampu menambah pundi-pundi gol bagi Arema. Bahkan, hingga 45 menit babak petama berakhir, skor masih tetap 1-0.
Memasuki 45 menit babak kedua, pada menit-menit awal Arema masih melanjutkan serangan cepatnya, namun pergerakan semua pemain ARema mampu dibaca dan diantisiapsi para pemain Persib, sehingga tak satupun serangan yang menciptakan peluang emas berbuah gol.
Hanya saja, tren positif dengan memainkan tempo permainan cepat Arema tidak berlangsung lama. di sepanjang babak kedua, justru Arema yang tertatih-tatih menahan gempuran Persib yang tak sedikitpun memberikan ruang dan celah bagi Arema untuk menguasai bola dan melakukan serangan balik.
Selama babak kedua, Persib justru mendominasi permainan dan menguasai lapangan secara penuh, sehingga leluasa memainkan bola dan memasuki area pertahanan Arema yang digalang Fabiano Beltrame dan Johan Alfarizie serta Hasyim Kipuw. Sayang, penguasaan bola dan dominasi permainan yang diperagakan anak asuh Djajang Nurdjaman itu belum mampu menyamakan kedudukan (skor).
Satu-satunya gol dalam pertandingan selama 90 menit itu dilesakkan Samsul Arif pada menit ke-2. Meski banyak peluang emas yang dimiliki kedua tim, keduanya belum mampu mengoyak jala gawang masing-masing lawan, sehingga skor tetap 1-0 untuk kemenangan Arema.
Menariknya, meski hanya bertitel laga uji coba dan persahabatan, kedua tim sama-sama tampil ngotot dan ingin membuktikan siapa yang paling pantas menyandang gelar juara. Pertandingan persahabatan yang dilakoni layaknya kompetisi resmi itu seolah memberikan seteguk air bagi pecinta bola untuk menyaksikan pertandingan.
Apalagi, dua tim yang dipertemukan itu merupakan dua tim yang selama ini kurang harmonis hubungannya, sehingga menarik suporter hingga belasan ribu jiwa, bahkan mungkin lebih dari 30 ribu jiwa yang memadati Stadion kanjuruhan Kepanjen. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian