Suara.com - Tim sepak bola Pusamania Borneo FC menahan imbang permainan kesebelasan Barito Putra dengan skor kacamata (0-0) dalam turnamen Piala Presiden 2017 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa.
Pada babak pertama, kedua tim sama-sama menjaga ritme permainan timnya dan beberapa kali kedua kesebelasan mencoba melakukan serangan ke jantung pertahanan lawannya masing-masing.
Sejumlah peluang didapat kedua tim kesebelasan dalam laga itu, seperti Yongki Aribowo (Barito Putra) dan Reinaldo Da Costa (Pusamania FC) juga tidak mampu mengubah papan skor, hingga wasit meniup peluit babak pertama berakhir.
Babak kedua, Barito Putra bermain lebih agresif terbukti empat peluang emas tercipta, namun gagal menghasilkan gol untuk timnya yang masing-masing diikhtiarkan Matias Cordoba pada menit ke-65, Rizky Pora (menit ke-74), Aron Muniz (menit ke-80) dan Gavin Kwan (menit ke-84).
Sedangkan, Pusamania FC juga mendapat dua peluang mencetak gol, namun gagal menghasilkan gol yang masing-masing oleht Fandhy Achmad (menit ke-53 dan menit ke-61), Reinaldo Elias Da Costa (menit ke-88).
Namun, hingga wasit Bahrul Ulum meniup peluit panjang skor tetap bertahan 0-0. Dengan hasil imbang dalam laga dalam grup empat tersebut, kedua tim kesebelasan harus rela berbagi poin dalam turnamen Piala Presiden 2017.
Dalam laga itu, wasit mengeluarkan dua kartu kuning yang masing-masing diberikan kepada Daniel Siogama Tata (Barito Putra) pada menit ke-50 dan Dirkir Kohm (Pusamania FC) pada menit ke-50.
Pelatih Barito Putera Jaksen F. Tiago mengatakan, laga hari ini patut syukuri karena anak-anak dari babak pertama hingga babak akhir ada peningkatan dan beberapa peluang sempat tercipta.
"Saya rasa dalam pertandingan selanjutnya nanti tim kita mampu bermain lebih baik dan saya optimistis anak-anak mampu merealisasi apa yang telah kita siapkan," katanya.
Ia mengharapan laga berikutkan skuad anak asuhnya bermain lebih bagus dari laga hari ini. "Kita akan evaluasi laga hari ini agar ke depannya anak-anak bermain dengan optimal disetiap memanfaatkan peluang yang didapat," katanya.
Sementara itu, Pelatih Pusamania Ricky Nelson mengatakan, permainan Barito Putra memang lebih baik, namun pihaknya mampu meredam kreativitas Barito Putra pada lini tengah, sehingga mampu menahan imbang dalam laga ini.
"Saya melihat para pemain kita sudah bekerja dengan baik, khusunya pemain yang diturunkan masih berusia muda (U-21) seperti Rizky Syawaludin, Asri Akbar, Habibi dan Abdul Aziz," kata Ricky.
Ia menilai, anak asuhnya sudah menjalankan teknik sesuai rencana pelatih, karena itu pihaknya segera mengevaluasi kemampuan pemainnya dalam penyelesaian akhirnya di depan gawang lawan. (Antara)
Berita Terkait
-
Persib Pecundangi Persija, Tapi Kehabisan Napas Jelang Lawan Persebaya
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Shin Tae-yong Gagal Total? Persija Tumbang dari Persib, Gagal ke Final Piala Presiden 2026
-
Persija Tantang Persib di Semifinal Piala Presiden 2026, STY Utamakan Proses Ketimbang Gelar
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Persib Bandung vs Persija Jakarta, El Clasico di Piala Presiden
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya
-
707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?
-
Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung
-
Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik
-
7 Cara Menyiasati Posisi Meja Kerja yang Salah Menurut Feng Shui, Tidak Perlu Dipindah
-
Review Film M3GAN 2.0: Aksi Penuh Gaya dari Boneka Ikonik Generasi Baru!
-
Sinyal Positif: Realisasi Pajak Lampung Meroket 25 Persen di Semester I
-
Tak Hanya Soal Usia, Ini Perbedaan Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak