Suara.com - Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengaku tidak puas ditahan imbang 0-0 saat menjamu Arema FC pada laga pekan pertama Liga 1 2017, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (15/4).
"Kalau dari hasil poin, tentu kami tidak puas, karena kami harusnya menang tiga poin. Sebagai tuan rumah, kami tidak puas hanya dengan satu poin," kata Djadjang, dalam sesi jumpa pers seusai pertandingan di Stadion GBLA, Bandung, Jawa Barat.
Tidak hanya kecewa dengan perolehan poin, Djanur—sapaan beken Djadjang—kecewa lantaran tidak bisa mematahkan rekor tak pernah menang dari Arema. Meski begitu, Djanur tetap yakin skuatnya mampu bangkit dalam laga berikutnya.
"Hari ini, kami tidak bisa memecahkan telur untuk bisa mengalahkan Arema dan mendapatkan kemenangan. Tapi, kami optimistis bisa menang di laga berikutnya. Selamat buat Arema yang telah mendapatkan satu poin," tambah Djanur.
Djanur lantas mengakui kekurangan kreator serangan di lini tengah, sehingga Persib tidak tampil maksimal. Karenanya, skuat kebanggaan Bobotoh itu memanfaatkan lini sayap untuk melakukan serangan.
"Aliran bola betul dari sayap. Terutama babak pertama, babak kedua juga seperti itu. Kami akui kekurangan kreator. Tapi, sebenarnya kami masih berhasil tidak sepenuhnya bisa dipatahkan serangannya oleh bek mereka," jelas Djanur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Benteng Terakhir Sukorahayu: Saat Petani Ikhlas Kehilangan Sawah Demi Damai dengan Gajah
-
Cara Praktis Mencari KPK dan FPB Lengkap Contoh Soal Sekaligus Pembahasan
-
Apakah Flek Hitam di Wajah Bisa Hilang Total Sampai Bersih?
-
RS Lapangan Ruteng Resmi Beroperasi untuk Korban Gempa NTT
-
Jangan Bolak-balik Servis, Ini 5 Tanda Sudah Waktunya Kamu Ganti Laptop Baru
-
SPPG di Kampar Kena Suspend Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG
-
4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 22 Agustus 2026: Ada Naga hingga Monyet
-
Yel-yel Regu Tulip di Jamnas 2026 Viral, Ghea Indrawari Nyanyikan Live!
-
Robot Humanoid Mulai Merambah Dealer Otomotif Indonesia
-
Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Ahmad Sodiq Ditahan KPK