Suara.com - Pertandingan Arema FC melawan Sriwijaya FC di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Minggu (4/2/2018) menutup bursa perebutan tiket semifinal Piala Presiden 2018. Sriwijaya FC sukses mengekor jejak PSMS Medan, Bali United, dan Persija Jakarta yang sudah lebih dulu mengantongi tiket semifinal, usai mengalahkan Arema FC.
Jual beli serangan terjadi sejak peluit babak pertama ditiup oleh wasit. Pada menit ke-19, Laskar Wong Kito nyaris mencetak angka di papan skor melalui kemelut di mulut gawang Arema FC. Sayang, bola masih bisa dihalau dapat kiper Kartika Ajie.
Peluang terbaik Arema FC sebenarnya terjadi di menit ke-39 saat sang kapten Dendi Santoso berdiri bebas di kotak penalti Sriwijaya FC setelah mendapat umpan sodor dari sayap kiri pertahanan Arema FC. Meski sudah berhadap-hadapan dengan kiper Teja Pakualam, sontekan Dendi masih berhasil dihalau.
Jual beli serangan terus terjadi sepanjang babak pertama. Sayangnya, hingga turun minum skor imbang 0-0 masih belum berubah. Memasuki babak kedua, giliran Sriwijaya FC mengepung pertahanan Arema FC meski berulangkali digagalkan pemain belakang Arema.
Keasikan menyerang, justru skuad asuhan pelatih Joko Susilo berpeluang mencetak skor setelah Dedik Setiawan dilanggar di kotak penalti oleh pemain belakangan Sriwijaya FC Bio Pauline. Sayangnya, sepakan Dedik Setiawan di titik penalti berhasil digagalkan Teja Pakualam.
Bio Pauline akhirnya menebus kesalahannya dengan mencetak gol di menit ke-67 lewat tandukan kepalanya dan membuat Sriwijaya memimpin 1-0. Pada menit ke-71, Sriwijaya berhasil memperbesar keunggulannya menjadi 2-0 setelah tendangan bebas Syahrian Abimanyu berhasil menjebol gawang Kartika Ajie.
Pelatih Arema Joko Susilo pun menggantikan kiper Kartika Ajie dengan Reky Rahayu setelah gawangnya kebobolan dua gol. Pada menit ke-82, Arema kembali mendapat penalti setelah Johan Ahmat Farizi dilanggar Alfin Tuasalamony. Ahmad Nur Hardianto sebagai eksekutor melakukan tugasnya dengan baik dan memperkecil kedudukan menjadi 1-2.
Laga berjalan semakin ketat dan seru. Namun pada menit ke-86, Sriwijaya semakin menjauh setelah Alberto'Beto" Goncalves sukses menjebol gawang Arema dan membuat skuatnya unggul 3-1. Hingga sisa pertandingan Arema gagal mengejar ketertinggalannya dan membuat sang juara bertahan terhenti di delapan besar.
Susunan Pemain :
Sriwijaya FC: 12 Teja Paku Alam; 22 Marckho Sandy, 23 Hamka Hamzah, 45 Bio Paulin, 32 Alfin Tuasalamony,; 6 Yu Hyunkoo, 25 Syahrian Abimanyu; 63 Manucherkhr, 99 Adam Alis, 10 Makan Konate; 9 Alberto "Beto" Goncalves
Cadangan: 86 M. Sandi, 17 M. Nur Iskandar, 16 Saepuloh Maulana, 24 Ichsan K, 35 Zulfiandi, 27 Zalnando, 30 Patrich Wanggai
Arema FC: 96 Kartika Ajie; 4 Syaiful Indra, 22 Purwaka Yudi, 5 Bagas Adi; 12 Hendro Siswanto, 90 Ahmet Atayew, 19 Hanif Sjahbandi, 87 Johan Alfarizi, 13 Rodrigo Ost; 41 Dendi Santoso, 27 Dedik Setiawan
Cadangan: 21 Reky Rahayu, 23 Moch. Zaenuri, 7 Juan Revi, 37 Agil Munawar, 16 Ridwan Tawainela, 8 Ahmad Nur Hardianto, 11 Rivaldi Bawuo
Berita Terkait
-
Persija Kalahkan Arema FC 3-1, Macan Kemayoran Finis Ketiga di Piala Presiden 2026
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Resmi! Port FC Tumbang, Persebaya vs Arema, Persija Hadapi Persib di Semifinal Piala Presiden 2026
-
Jadwal Piala Presiden Hari Ini: Persib dan Arema Jalani Laga Penentu
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kritik Simbolik HUT RI: Kemerdekaan Itu Milik Warga, Bukan Milik Presiden dan Kroni-kroninya
-
5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Anti Aging untuk Wanita Usia 40 Tahun, Bikin Kulit Lembut
-
Diduga Kelelahan, Relawan Korban Gempa NTT Meninggal Dunia, Ini Kronologinya
-
Makin Menarik, Kenshi Yonezu hingga Toko Miura Gabung Live-Action Look Back
-
7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya
-
Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati
-
Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia
-
Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis
-
Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi
-
Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami