Suara.com - Timnas Argentina sudah dipastikan gagal dan tersingkir di Piala Dunia 2018 sejak babak 16 Besar lalu, saat ditumbangkan Prancis. Namun ada kabar baru yang cukup mengusik, yakni bahwa sang kapten tim, Lionel Messi, ternyata sebelumnya telah mempengaruhi sang pelatih, Jorge Sampaoli, untuk tidak membawa setidaknya dua pemain ke Rusia.
Seperti ditulis Bolatimes.com, sebagaimana diketahui, Argentina sebelumnya adalah salah satu tim yang paling dijagokan untuk meraih trofi Piala Dunia 2018. Hal itu terutama mengingat komposisi skuat Argentina, yang salah satunya diisi sang Pemain Terbaik Dunia, Lionel Messi. Nyatanya, Argentina justru gagal memenuhi ekspektasi tersebut.
Baca Juga : Tanggapan Kocak Will Smith Terkait Akting Neymar di Piala Dunia
Bahkan pada babak penyisihan grup, setelah sempat ditahan imbang 1-1 oleh Islandia, dalam laga melawan Kroasia pun tim asuhan Sampaoli itu dipermalukan dengan skor 3-0, meski kemudian akhirnya Argentina masih mampu lolos ke 16 Besar.
Namun tak bisa disangkal, performa buruk Argentina itu membuat mereka mendapat banyak kritikan, tak terkecuali pada sosok Lionel Messi sendiri. Ya, selain sebagai kapten, Lionel Messi juga adalah ujung tombak timnas Argentina.
Baca Juga : Lolos ke Final Piala Dunia, Kroasia justru Kena Denda, Kenapa?
Statusnya itu pun membuat Messi dianggap memberi pengaruh besar di skuat Argentina. Dan nyatanya, bukan hanya di dalam lapangan, pengaruh pemain berusia 31 tahun ini di luar lapangan pun cukup besar, termasuk beberapa kali ikut berperan dalam keputusan Jorge Sampaoli.
Sebagaimana dipublikasikan situs Mirror, baru-baru ini misalnya, Messi juga diketahui menginginkan Sampaoli untuk tidak membawa dua pemain ke Piala Dunia 2018. Kedua pemain itu adalah Federico Fazio dan Giovani Lo Celso.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Prabowo Masih Menimbang-nimbang Siapa Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah
-
Didukung Bebi Romeo dan Once Mekel, Janner Clay Siahaan Rilis 6 Karya Sekaligus
-
DBL Indonesia Buka Musim Baru dengan Gebrakan Besar, 31 Kota Jadi Rumah bagi Para Pengejar Mimpi
-
Hasto Kritik TNI-Polri Ikut Awasi Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan
-
3 Lipstik Inez yang Halal dan Tahan Lama, Warnanya Intens dan Tak Bikin Bibir Kusam
-
Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros
-
Spesifikasi Kapal Induk Tua Italia ITS Giuseppe Garibaldi: Dipensiunkan Sejak 1971
-
Densus 88 Tangkap Teroris di Ciamis dan Lampung, Bongkar Propaganda Medsos
-
Marko Simic Ternyata Punya Peran Besar di Balik Kedatangan 2 Pemain Asing Persija
-
Satgas Percepat Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan hingga 2028