Suara.com - Urung mendapat kejelasan soal masa depannya bersama Barcelona, Ernesto Valverde tampaknya tetap mencoba tegar. Ia mengaku tetap enjoy karena menyadari akan selalu ada konsekuensi ketika tak mampu mempersembahkan trofi.
Ernesto Valverde datang pertama kali ke Camp Nou sejak Juli 2017 dan akan berakhir pada 30 Juni 2019 atau akhir musim nanti. Hanya saja hingga saat ini, Minggu (6/1/2018), belum ada tanda-tanda pelatih asal Spanyol itu bakal menerima perpanjangan kontrak.
Padahal pada musim lalu, Valverde mampu mengantarkan Barcelona menjuarai La Liga dan Copa del Rey. Namun, tampaknya dua trofi itu tidak cukup karena klub sebesar Blaugrana juga mengidam-idamkan piala Liga Champions yang sudah lama tak mampir ke Camp Nou.
Terkait kondisi tersebut, Valverde menyikapinya dengan tenang. Dirinya tak merasa kecewa dengan keputusan manajemen Barcelona yangtak kunjung memberikan kontrak baru. Meski begitu, nakhoda 54 tahun itu berharap bisa diperpanjang karena sangat bahagia bisa menjadi pelatih kepala Lionel Messi dan kolega.
"Dalam sepak bola, Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Saya memiliki kontrak dua tahun dengan klub ditambah opsi, dan pada akhir musim kami harus memutuskan apakah saya melanjutkan atau tidak. Kami akan menunda keputusan itu untuk lebih jauh ke depan, tergantung pada bagaimana musim berjalan," kata Ernesto Valverde, dikutip dari Sky Sports, Minggu (6/1/2019).
"Ini baru setengah musim, namun jika semuanya berjalan dengan baik, saya akan senang untuk bertahan, meskipun itu bukan hanya keputusan saya. Kita semua tahu bagaimana manajemen bekerja. Jika Anda tidak memenangkan sesuatu, seperti yang telah terjadi sebelumnya, orang-orang mulai membicarakan Anda. Tapi, saya merasa baik di sini, seperti yang saya miliki sejak awal," imbuhnya.
Barcelona memang sudah lama tak mengangkat trofi Liga Champions. Terakhir kaliadalah pada edisi 2014/2015 atau empat tahun silam. Andai Ernesto Valverde mampu mengembalikan trofi tersebut ke Camp Nou pada musim ini, bukan tidak mungkin kontrak baru bakal segera disodorkan oleh para bos Barcelona.
Penulis: Irwan Febri Rialdi
Sumber: Bolatimes.com
Berita Terkait
-
FC Barcelona 4-1 CE Europa: Sinyal Era Baru Hansi Flick Mulai Terlihat
-
Resmi Tinggalkan Dortmund, Karim Adeyemi Hijrah ke Barcelona: Awal Gemilang
-
Karim Adeyemi Tinggalkan Dortmund, Resmi Bergabung dengan Barcelona
-
Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026
-
Barcelona Siapkan Opsi Alternatif di Tengah Sulitnya Negosiasi Julian Alvarez
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan