Suara.com - Jurgen Klopp akan mencatatkan dirinya sebagai legenda klub Liverpool. Status tersebut dimiliki oleh Klopp jika dirinya bisa membawa The Reds meraih gelar Premier League di musim ini.
Liverpool memang berpeluang besar untuk meraih gelar Premier League di musim 2018/2019 ini. Liverpool saat ini berada di posisi kedua klasemen Liga Inggris setelah hanya kalah selisih gol dari Manchester City yang baru menang 2-0 atas Everton.
Namun, The Reds berpeluang untuk kembali merebut puncak klasemen jika akhir pekan ini mampu mengalahkan AFC Bournemouth di Anfield pada laga lanjutan Liga Inggris di akhir pekan ini.
Liverpool juga masih memiliki satu pertandingan lebih di tangan dari rivalnya, City. Dan Liverpool akan mengakhiri penantian panjangnya selama 29 tahun jika berhasil merah gelar Liga Inggris di musim ini.
Mantan pemain Liverpool Markus Babbel mengatakan bahwa Klopp akan sejajar dengan para pelatih legendaris klub seperti Kenny Dalglish, Bill Shankly dan Bob Paisley jika berhasil merengkuh gelar Liga Inggris.
"Ini akan menjadi sangat ketat," kata Babbel yang pernah memperkuat Liverpool pada 2000-2004, kepada Omnisport.
"Man City punya masalah sendiri di musim ini, sekarang Liverpool menghadapi masalah-masalah tapi mustahil Anda terus dalam kondisi terbaik di sepanjang musim dan itu terjadi dalam sepakbola. Tapi saya berharap Liverpool berhasil."
"Klopp adalah seorang pelatih fantastis. Dia menantang salah satu tim terbaik di dunia dan kalau Anda menginginkan titel juara maka selalu ada tekanan, tapi dia menghadapinya dengan bagus dan mengendalikan semuanya," ujarnya.
"Dia (Klopp) sekarang berada dalam lima besar pelatih terbaik Liverpool sepanjang masa, karena mereka tidak juara dalam waktu yang sangat lama. Ini membuat frustrasi bagi para suporter dan mereka memimpikan titel juara itu dan kalau dia bisa memenangi liga, dia akan menjadi salah satu pelatih terbaik Liverpool sepanjang masa," pungkas Babbel. (Scoresway)
Baca Juga: Berikut Jadwal Liga Inggris dan Siaran Langsung Pekan ke-26
Berita Terkait
-
Suporter Everton Girang Lantaran Manchester City Menang, Ini Alasannya
-
Mohamed Salah Kena Serangan Rasis, West Ham United Bakal Lakukan Ini
-
Kiper Liga Inggris Ini Nekat Tinggalkan Laga Demi Temani Istri Melahirkan
-
Ini 5 Fakta Menarik Usai Manchester City Taklukkan Everton di Liga Inggris
-
Bentrok Kontra Everton, Manchester City Dihantui Trauma
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 23 Agustus 2026, Masa Sulit Segera Berakhir
-
Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!
-
Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial
-
Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP
-
Penjelasan Kemenko Perekonomian Soal Emas 1.800 Ton Milik Masyarakat Indonesia
-
Di Hari Jadi Ke-81 Jateng, Gubernur Luthfi Serukan Kebersamaan dalam Membangun Daerah
-
Mahasiswa PPG Unisri Solo Edukasi Karang Taruna soal 3A dan Latih Kreativitas Ecoprint
-
Manga Survival Leviathan Dapat Adaptasi Live Action, Tayang Februari 2027
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla