Suara.com - Presiden klub Persebaya, Azrul Ananda buka suara terkait jadwal Liga 1 2019 yang telah dirilis. Menurutnya, jadwal pertandingan kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Tanah Air ini tak manusiawi!
Liga 1 2019 akan kick-off pada 15 Mei dan ditargetkan selesai pada 22 Desember 2019 mendatang. Dengan kompetisi yang berlangsung kurang lebih delapan bulan, tentu akan sangat melelahkan bagi tim-tim peserta.
Apalagi di tengah-tengah kompetisi, ada terselip turnamen Piala Indonesia 2018 yang masih diikuti oleh beberapa klub, termasuk Persebaya.
Meski merasa tak ideal, Azrul sendiri mengaku akan tetap menghormati apa yang menjadi keputusan federasi dan juga operator kompetisi Liga 1.
"Menurut saya, jadwal Liga 1 (2019) sangat padat! Bayangkan saja, kami bisa bermain hanya jeda empat sampai lima hari. Ini tidak manusiawi, karena kami juga akan main di Piala Indonesia," keluh Azrul saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta.
"Tim pelatih dan manajemen akan melakukan meeting serta persiapan terkait hal ini. Ya, karena jadwalnya sangat ketat memang," tuturnya.
Meeting dilakukan guna mempersiapkan program dalam menjalani kompetisi 2019. Jadwal yang padat, tentu kebugaran dan kesehatan pemain harus diperhitungkan.
"Bertanding dengan hanya empat sampai enam hari istirahat itu buat pemain kami harus memikirkan kesehatan," uajr Azrul.
Persebaya sendiri akan melakoni laga tandang pada pekan pembuka Liga 1 2019 menghadapi Bali United. Pertandingan akan dihelat di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis 16 Mei mendatang.
Baca Juga: Drama 9 Gol Warnai Laga Uji Coba Garuda Select vs Chelsea U-16
Berita Terkait
-
Harga Tiket Piala Presiden 2026 Murah Meriah, Seharga Dua Gelas Kopi!
-
Gabung Persebaya, Striker Timnas Ramadhan Sananta Kembali Asah Naluri
-
Kabar Duka, Pentolan Bonek Andie Peci Meninggal Dunia
-
Persebaya Surabaya Datangkan Bek Tanjung Verde! Gali Freitas 'Disekolahkan' ke Madura United
-
Ramadhan Sananta Ungkap Alasan Utama Terima Pinangan Persebaya Surabaya
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
QRIS dan BI-FAST Jadi Senjata Perkuat UMKM, BI Dorong Pembiayaan Produktif
-
PSSI Harap-Harap Cemas! Klub Belum Kasih Izin, Justin Hubner Absen Bela Timnas Indonesia?
-
Review The Sweater: Pelajaran Sederhana tentang Berbagi dan Peduli
-
Bakal Heboh di Akhir Bulan Ini! Demon Slayer hingga Bloody Smart Siap Tayang di OTT CATCHPLAY+
-
Hadapi Kamboja Malam Ini, Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk John Herdman Putar Otak
-
Persebaya Pecundangi Persija, Bernardo Tavares Bongkar Kunci Sukses Patahkan Taktik Shin Tae-yong
-
AS dan Iran Hentikan Aksi Militer, Harga Minyak Anjlok 5 Persen!
-
4 Shio yang Hidupnya Jadi Lebih Mudah Mulai Hari Ini, Semua Tantangan Terlewati
-
Mojtaba Khamenei Tegas: AS Mau Damai, Suruh Israel Hentikan Serangan ke Lebanon
-
Revolusi Kecoak Gen Z India: Berawal dari Komentar Hakim Jadi Meme dan Gerakan Perlawanan