Suara.com - Presiden AC Milan, Paolo Scaroni, enggan disalahkan atas kegagalan Rossoneri tampil di Liga Europa 2019/2020. Ia merasa keputusan itu bukanlah dikarenakan ulah dirinya bersama manajemen tim.
AC Milan mendapatkan hukuman karena melanggar aturan Financial Fair Play (FFP), setelah banding atas sanksi UEFA ke Pengadilan Abitrase Olahraga (CAS) ditolak. Akibatnya, skuat Rossoneri dilarang tampil di kompetisi Eropa.
Namun, Paolo Scaroni mengklaim bahwa bukan pihaknya atau Ellior Management yang menjadi penyebab keterpurukan AC Milan. Yonghong Li selaku pemilik AC Milan sebelumnya lah yang diklaim menjadi dalang.
"Tak boleh ada yang berkomentar mengenai hukuman. Sangat mengecewakan tak bisa bermain di Eropa, tapi kami bukanlah orang yang bertanggung jawab atas pelanggaran ini," kata Scaroni, dikutip dari Football Italia.
"Kami hanya mesti mengakhiri saga ini dan melepaskan beban di punggung kami," tuturnya menambahkan.
Keuangan AC Milan mengalami defisit pada periode 2014-2017, dan 2015-2018. Kondisi itu tidak mampu diperbaiki hingga deadline yang diberikan, yakni akhir Juni 2018. Hukuman ini tentu menjadi nestapa bagi Alessio Romagnoli cs yang telah berjuang keras pada musim 2018/2019.
Berita Terkait
-
Langgar Aturan FFP, Milan Didepak dari Liga Europa
-
Perwakilan AC Milan dan PSG Bertemu, Donnarumma Berpeluang Hijrah ke Paris
-
Lucas Torreira Tutup Kans Gabung AC Milan Musim Panas Ini
-
Rencana Stadion Baru Inter dan Milan Terbentur Pemerintah Daerah
-
Inter Milan dan AC Milan akan Runtuhkan Stadion yang Telah Berdiri 93 Tahun
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!
-
Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial
-
Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP
-
Penjelasan Kemenko Perekonomian Soal Emas 1.800 Ton Milik Masyarakat Indonesia
-
Di Hari Jadi Ke-81 Jateng, Gubernur Luthfi Serukan Kebersamaan dalam Membangun Daerah
-
Mahasiswa PPG Unisri Solo Edukasi Karang Taruna soal 3A dan Latih Kreativitas Ecoprint
-
Manga Survival Leviathan Dapat Adaptasi Live Action, Tayang Februari 2027
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla
-
Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan