Suara.com - Legenda sepak bola Jerman dan Bayern Munich Lothar Matthaus menganggap bahwa Bundesliga atau liga Jerman menjadi pintu masuk bagi pemain sepak bola di seluruh dunia untuk berkarier di kompetisi Eropa lainnya.
"Sekarang sudah banyak masuk ke akademi di usia belia, sekarang semua orang di seluruh dunia datang ke Jerman dan mengejar untuk menjadi yang terbaik, menjadi bintang di Eropa," ujar Matthaus dalam sesi jumpa pers di Hotel Mulia Senayan, Kamis (14/11/2019).
Menurut Matthaus Bundesliga adalah liga yang istimewa. Sebab di sanalah para pemain besar Eropa hari ini memulai menapaki jalan sebagai pemain profesional di liga-liga top Eropa seperti Inggris, Italia, dan Spanyol.
Para pemain Asia pun banyak yang memulai karier profesionalnya di Liga Jerman, sebut saja Shinji Kagawa, Shinji Okazaki, Son Heung Min, Hwang Hee Chan, dan sejumlah nama tenar lainnya.
"Bundesliga begitu spesial bukan hanya di Jerman tapi di seluruh dunia," kata dia.
Sementara itu, CEO Bundesliga Internasional Robert Klein dalam siaran tertulisnya mengatakan Bundesliga telah menjadi rumah bagi para pemain Asia untuk mengembangkan diri di level top Eropa.
"Liga ini adalah rumah bagi talenta Asia di Eropa yang telah menyambut banyak bintang Asia selama bertahun-tahun. Sudah banyak pemain memilih untuk bermain di Bundesliga karena tertarik dengan sepak bola yang murni dan otentik," kata Klein seperti dimuat Antara.
Kedatangan Lothar Matthaus ke Indonesia sebagai upaya mendekatkan diri dengan fans di Tanah Air. Pasalnya, Indonesia dianggap sebagai salah satu negara di Asia yang antusias terhadap sepak bola Jerman.
Head Global Audiovisual Rights Bundesliga Pieter Leible mengatakan beberapa klub Bundesliga seperti Bayern Munchen, Borussia Dortmund, dan Hamburg pernah bermain di Indonesia dan dalam setiap pertandingannya stadion selalu penuh sesak.
Baca Juga: Lothar Matthaus: Indonesia Harus Manfaatkan Momentum Piala Dunia U-20
"Beberapa tahun lalu saya di Malang menyaksikan Hamburg bermain. Stadion penuh, masyarakat Indonesia sungguh gila sepak bola," kata dia.
Berita Terkait
-
Gemilang Bareng Maroko di Piala Dunia 2026, Ismael Saibari Direkrut Bayern Munchen Rp950 Miliar!
-
Bayern Munich Tertarik Rekrut Marcus Rashford, tapi Gaji Jadi Kendala Utama
-
Harry Kane Buka Suara soal Kondisi Christian Eriksen, Sebut Ada Keputusan Besar yang Menanti
-
Tak Jual Michael Olise, Presiden Bayern Munich Tegas Tolak Real Madrid
-
Arogansi di Ruang Ganti, Terungkap Alasan Arne Slot Dipecat Liverpool
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Mangrove Indonesia Terus Menyusut, Bagaimana Menjaganya agar Ekonomi Biru Tetap Tumbuh?
-
Pers Soloraya Protes Pernyataan 'Londo Ireng', Nilai Rugikan Profesi Wartawan
-
Pembahasan Terus Berjalan di Komisi III DPR, RUU Perampasan Aset Sudah Masuk Pembahasan Batang Tubuh
-
Jadwal Piala Presiden Hari Ini: Persib dan Arema Jalani Laga Penentu
-
Cadence dan NVIDIA Hadirkan AuraStack AI Super Agent, Waktu Desain PCB Bisa 2 Kali Lebih Cepat
-
Ditelan Perairan Pulau Kelagian: Remaja 18 Tahun yang Hilang dari Kapal
-
Marvel Gandeng Kadokawa, Hadirkan Manga Baru Spider-Man hingga Punisher
-
Bersama Danantara, PNM Perkuat Ketahanan Keuangan Keluarga Prasejahtera
-
PDIP Tegaskan Kritik Anak Muda Harus Dirawat Bukan Dibungkam
-
Mahasiswa Universitas Islam Gaza di Tengah Gempuran Israel: Kami Kuliah di Rumah Sakit