Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Sergio Farias rupanya masih memiliki harapan setelah laga kandang pekan kedua Liga 1 2020 timnya melawan Persebaya Surabaya, terpaksa ditunda untuk mengantisipasi menyebarnya virus Corona di Tanah Air.
Sedianya, partai klasik itu akan dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (7/3/2020).
Namun, laga terpaksa ditunda setelah adanya surat edaran Pemprov DKI Jakarta yang melarang keluarnya izin keramaian.
Farias sebenarnya legowo laga ditunda untuk menghindari menyebarnya virus Corona. Namun, pelatih asal Brasil itu rupanya masih berharap agar laga tetap bisa digelar tanpa penonton.
"Corona masalahnya sedunia, tentu kita harus waspadai semua. Ada beberapa liga stop gara-gara itu, ada juga tetap main, tapi tidak ada penonton," kata Farias di Lapangan PS AU, Halim Perdanakusuma, Rabu (3/3/2020).
"Saya sih ingin laga tetap bisa digelar meski tanpa penonton. Dan kalau bisa nanti setelah pertandingan lawan Persebaya, bisa ada penonton, tapi jika tidak ada penonton pun tidak masalah," sambungnya.
Dikatakan Farias, Persija baru-baru ini pernah mengalami hal serupa bertanding tanpa penonton, yakni pada laga semifinal turnamen pramusim Piala Gubernur Jawa Timur 2020 lalu melawan Madura United.
Namun, saat itu keputusan tidak adanya penonton memang lantaran alasan keamanan.
"Seperti terjadi di turnamen Piala Gubernur Jatim, kami juga tanpa penonton," pungkasnya.
Baca Juga: Batal Lawan Persebaya, Persija Agendakan Laga Uji Coba
Berita Terkait
-
Rio Fahmi Yakin Persija Berkembang Usai Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026
-
Shin Tae-yong Maklumi Persija Kalah di Laga Perdana Piala Presiden 2026
-
Persija Jakarta Buka Suara Terkait Isu Pendaftaran IPO di Bursa Efek Indonesia
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
Dihukum 10 Tahun oleh KFA, Shin Tae-yong Tetap Tangani Persija
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim