Suara.com - Gelandang Barcelona Ivan Rakitic mengaku sempat frustrasi karena sudah terlalu lama menunggu sampai mencetak gol La Liga pertamanya dalam musim 2019-2020.
Pemain timnas Kroasia itu masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua untuk memastikan kemenangan 1-0 timnya atas Athletic Bilbao di Camp Nou, Rabu (24/6/2020) dini hari tadi.
Kemenangan itu membuat tim asuhan Quique Setien kembali ke puncak klasemen La Liga berkat gol pertama Rakitic sejak menjadi penentu kemenangan dalam El Clasico pada Maret 2019.
"Ini laga yang sulit, Athletic sangat menyulitkan kami. Tetapi saya senang mencetak gol pertama saya musim ini," kata Rakitic seperti dikutip Antara dari Marca .
"Aneh saja mesti menunggu begitu lama untuk mencetak gol, dan saya marah karena hal itu," ujarnya
"Selalu sulit memenangi pertandingan La Liga karena ini adalah liga terbaik di dunia. Kami akan fokus kepada diri kami sendiri dan berjuang sampai akhir," sambung dia.
Rakitic jarang dimainkan La Blaugrana musim ini, baik pada era Ernesto Valverde maupun Setien, dengan hanya 12 kali menjadi starter liga pada musim 2019-2020.
Mantan pemain Sevilla ini sudah disebut-sebut akan meninggalkan Barca musim panas ini ketika pembicaraan soal perpanjangan kontraknya yang akan habis 2021 mengalami jalan buntu.
Kendati dikait-kaitkan dengan Inter Milan dan Juventus, pemain berusia 32 tahun itu terus mengungkapkan hasratnya tetap bersama Barcelona.
Baca Juga: Menang Tipis atas Bilbao, Setien Akui Barcelona Kehilangan Ketajaman
Berita Terkait
-
FC Barcelona 4-1 CE Europa: Sinyal Era Baru Hansi Flick Mulai Terlihat
-
Resmi Tinggalkan Dortmund, Karim Adeyemi Hijrah ke Barcelona: Awal Gemilang
-
Karim Adeyemi Tinggalkan Dortmund, Resmi Bergabung dengan Barcelona
-
Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026
-
Barcelona Siapkan Opsi Alternatif di Tengah Sulitnya Negosiasi Julian Alvarez
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard
-
Emiten RAAM Pangkas Utang dan Pulihkan Kinerja Operasional, Pendapatan Naik Jadi Rp 128,6 Miliar
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo
-
3 Two Way Cake untuk Kulit Berjerawat: Ringan Tanpa Menyumbat Pori-Pori!
-
Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa