Suara.com - Pemain Tira Persikabo, Andy Setyo, mengaku dilarang oleh manajemen untuk main turnamen antar kampung alias tarkam. Meski begitu, manajemen tidak masalah jika hanya ikut fun football.
Fenomena fun football sedang tren saat ini khususnya bagi pesepakbola. Mereka sering berkumpul untuk bersilahturahmi sambil bermain sepakbola.
Hal ini juga bisa menjaga kebugaran tubuh mereka sambil menjaga kondisi agar tidak kehilangan sentuhan saat bertanding.
Keputusan pesepakbola mengikuti kegiatan fun football tidak terlepas dari belum dilanjutkannya kompetisi di Indonesia. Seperti diketahui, Liga 1 baru kick off pada Februari 2021.
Andy Setyo mengaku beberapa kali terlibat dalam kegiatan fun football. Ketimbang tarkam, ia lebih suka fun football karena bertemu sesama rekannya sebagai pesepakbola.
"Kalau tarkam saya belum berani. Selain itu, manajemen juga melarang ikut tarkam," kata Andy Setyo kepada awak media.
"Kalau fun football, oke. Itu kan silaturahmi untuk kami berkumpul dan bermain. Untuk bersenang-senang, jadi tidak masalah," ia menjelaskan.
Meski begitu begitu, pemain Timnas Indonesia ini tetap mengutamakan kesehatan. Apalagi di tengah pandemi COVID-19 saat ini, di mana protokol kesehatan wajib dipenuhi.
Andy juga rajin berkomunikasi dengan tim dokter Tira Persikabo supaya dirinya tetap bugar selama latihan diliburkan. Ia juga rutin latihan mandiri serta bersama tim yang memang diadakan seminggu tiga kali.
Baca Juga: Ditanya Klub Luar Negeri yang Lirik Dirinya, Andy Setyo: Negara Sebelah
"Tim pelatih dan dokter juga selalu berpesan kepada kami untuk selalu menerapkan protokol kesehatan," pungkasnya
Berita Terkait
-
Ngerinya PSIM Yogyakarta! Boyong 5 Pemain Sekaligus, Ada Eks Timnas Indonesia
-
2 Pemain Timnas Indonesia Dipastikan Absen Lawan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Timnas Indonesia Kehilangan 2 Pemain Jelang Lawan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Andy Setyo Cedera di Laga Persija vs Persikabo, Batal Bela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026?
-
4 Bek Timnas Indonesia U-24 dengan Peran Krusial Redam Ketajaman Penyerang Uzbekistan
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru
-
Sengketa HGB di STC, Dewan Cek Ruko yang Disegel Pemkot Pekanbaru
-
JKIND Rayakan Eksistensi 25 Tahun dalam Industri Kaca Film di Pameran GIIAS 2026
-
Andai Dapat Restu dari Presiden Prabowo dan FIFA, Erick Thohir Gas Maju Lagi Jadi Ketum PSSI
-
Polisi Amankan Pria Diduga Mabuk dan Mengamuk di Depan Gerbang UNS
-
Tim 9 Didesak Ungkap Siapa Pemilik Rp476 M dan Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Hemat Biaya dan Unik, Dijamin Bikin Warga Ngakak!
-
Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
-
Bahlil Semprot AMPI: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'
-
Proyek PSEL Legok Nangka Dimulai, Ditarget Sulap 2.131 Ton Sampah Bandung Jadi Listrik