Suara.com - Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir, menyimpan kenangan manis di masa kecil saat lebaran. Hal itu pun diceritakan Supardi di Hari Raya Idul Fitri 1442 H.
Hari ini, Kamis (13/5/2021) umat muslim di Indonesia merayakan Hari Raya Idul Fitri. Kendati demikian, lebaran kali ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih belum reda, sehingga silaturahmi keluarga banyak dilakukan secara daring.
Nah, bagi Supardi Nasir berkumpul dengan keluarga besar atau bermain bersama kawan masa kecil adalah salah satu momen indah ketika lebaran tiba. Bek senior Persib itu mengungkapkan selalu rindu dengan suasana akhir di bulan Ramadhan dan menyambut Idul Fitri tiba.
"Di tempat saya, suasananya sangat kental. Tradisi keagamaan hingga kegiatan khas Ramadhan dan Idul Fitri yang sangat berkesan hingga saat ini," ucap Supardi dikutip dari lamar resmi Persib.
Bek dengan ciri khas nomor punggung 22 itu lalu menceritakan bahwa di masa kecilnya dirinya selalu antusias menyambut Idul Fitri dengan keseruan bersama teman-teman.
"Di tempat saya ada bambu yang dibuat seperti meriam. Biasanya jadi momen seru-seruan bareng teman-teman saat lebaran. Malam harinya bisa takbir keliling berjalan di sekitar waktu," imbuhnya.
Seiring berjalannya waktu, Supardi sudah tidak melakukan kebiasaan di masa kecilnya saat lebaran tiba. Supardi dewasa mensyukuri lebaran dengan merayakannya bersama keluarga.
"Idul Fitri sekarang kumpul bersama keluarga dan bersilaturahmi. Menikmati sajian khas lebaran, karena yang terpenting setelah Idul Fitri adalah hal-hal baik Ramadhan bisa berlanjut di bulan berikutnya," pungkasnya.
Baca Juga: Daftar 28 Pemain Timnas Indonesia Pilihan Shin Tae-yong untuk TC di Dubai
Berita Terkait
-
Soal Rencana Liga 1 Tanpa Degradasi, Begini Komentar Pelatih Persib
-
Tidak Mudik Lebaran, Kiper Persib: Sedih, Tapi Demi Kebaikan Bersama
-
Robert Alberts Terus Pantau Latihan Mandiri Para Pemain Persib
-
Eks Persib Farshad Noor Siap Perkuat Afghanistan Hadapi Timnas Indonesia
-
Jelang Liga 1, Pemain Persib Latihan Mandiri
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan