Suara.com - Pemain muda Real Madrid Takfusa Kubo tampil memukau di Olimpiade Tokyo bersama timnas Jepang, dan hal tersebut membuat banyak klub La Liga mengantre untuk meminjam winger berusia 21 tahun tersebut.
Takefusa Kubo sejauh ini sudah mengemas tiga gol di Olimpiade Tokyo. Pundi gol tersebut berpeluang untuk bertambah saat Jepang menghadapi Meksiko di laga perebutan medali perunggu, Jumat (6/8/2021).
Untuk musim ketiga berturut-turut, karena fakta dia akan dihitung sebagai salah satu dari tiga pemain non-Uni Eropa di Spanyol, Kubo tidak bisa tinggal di Real Madrid dan sekali lagi akan meninggalkan klub untuk sementara waktu.
Real Madrid kemungkinan akan mendaftarkannya pada musim 2022/23 mendatang.
Real Sociedad adalah tim yang menunjukkan minat tertinggi pada saat ini. Sociedad berharap untuk mengulangi kesuksesan yang mereka miliki ketika meminjam Martin Odegaard dari Los Blancos pada musim 2019/20.
Dilaporkan Marca, terjalin hubungan yang sangat baik antara kedua klub, dan Real Madrid akan merasa nyaman jika talenta muda asal Jepang miliknya tersebut dilatih oleh Imanol Alguacil yang punya filosofi menyerang.
Selain Sociedad, Real Mallorca juga ngebet meminjam Kubo. Begitu pula dengan sejumlah klub Bundesliga.
Meski banyak peminant, Real Madrid belum mau mengambil keputusan. Keputusan akan diambil ketika sang pemain kembali dari Olimpiade.
Sejak dibeli Real Madrid pada 2019, Kubo memang belum pernah berseragam Los Blancos. Meski demikian daya jual Kubo sangat signifikan, pemain berjuluk Messi Jepang itu kerap menarik perhatian media internasional.
Baca Juga: Tundukkan Australia 4-3, Amerika Serikat Sabet Perunggu Olimpiade Tokyo
Pertandingan Mallorca paling banyak ditonton di Jepang pada 2019/20 karena Kubo, dan hal yang sama terjadi musim lalu dengan Villarreal dan Getafe. Klub-klub tersebut, yang diperkuat Kubo dengan status pinjaman, mengalahkan Real Madrid dan Barcelona dalam hal jumlah penonton televisi.
Pihak La Liga pun kabarnya ingin Kubo tetap merumput di Spanyol, mengingat saat ini kesepakatan televisi semakin sulit dinegosiasikan karena pandemi COVID-19.
Berita Terkait
-
Seru! Fabrizio Romano vs Florian Plettenberg Saling Serang Gegara Yan Diomande
-
Vinicius Junior Prioritaskan Bertahan di Real Madrid, Arsenal Terancam Gagal?
-
Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling
-
Jose Mourinho Dikabarkan Ngamuk Usai Aurelien Tchouameni Menuju Manchester United
-
Performa Bellingham Bikin Supoter Timnas Inggris Geleng-geleng: Sukar Dipercaya!
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA