Suara.com - Masa depan Ramai Rumakiek bersama Persipura Jayapura masih belum jelas. Hal itu diungkapkan Ramai saat berbincang dengan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.
Ramai Rumakiek saat ini sedang berada di Jakarta untuk menjalani pemulihan cedera otot yang dideritanya. Ia didatangkan langsung oleh PSSI dari Jayapura dengan harapan cederanya bisa segera pulih.
Dalam pertemuannya dengan Iriawan, Ramai Rumakiek menjelaskan belum ada kejelasan mengenai masa depannya di Persipura. Begitu pun dengan tim baru yang bakal diperkuatnya nanti.
"Kamu masih di Persipura atau tidak, apa masih belum tahu?" tanya Iriawan seperti dilansir dari kanal YouTube PSSI, Selasa (26/4/2022).
"Belum tahu," jawab pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 lalu itu.
Seperti diketahui, Persipura Jayapura turun kasta ke Liga 2. Poin yang dikumpulkan Mutiara Hitam --julukan Persipura-- tidak cukup buat bertahan di Liga 1 musim depan.
Tentu hal ini membuat masa depan Ramai Rumakiek menjadi tanda tanya. Sebab, sebagai pemain berlabel tim nasional bermain di kasta tertinggi bisa dibilang hal wajib.
Sementara saudara kandungnya yang sebelumnya memperkuat Persipura yakni David Rumakiek memilih hengkang. Ia telah resmi menjadi bagian dari Persib Bandung.
Adapun Ramai Rumakiek diharapkan bisa memperkuat Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2021 Vietnam. Hal inilah yang membuat PSSI terjun langsung mengawal kesembuhan sang pemain.
Baca Juga: Kemenkumham Janji Naturalisasi Sandy Walsh dan Jordi Amat Dipercepat, PSSI Pastikan Ikuti Prosedur
Pemain kelahiran Jayapura, Papua itu dijadwalkan mulai menjalani pengobatan di Rumah Sakit (RS) Royal Progress, Jakarta, Selasa (26/4/2022). Ia mengaku sudah mengalami sakit di bagian kaki ketika bermain untuk Persipura.
"Kemarin sudah terasa (sakit) saat lawan (PSS) Sleman. Tapi dipaksa main hingga pertandingan terakhir," terang Ramai Rumakiek.
"Langsung selesai pertandingan, tidak bisa jalan, dibantu teman sampai ke kamar," pungkasnya.
Sejatinya, Ramai Rumakiek masuk dalam daftar pemain yang diproyeksikan Shin Tae-yong untuk berlaga di SEA Games 2021 Vietnam.
Akan tetapi, ia tidak bisa memenuhi panggilan Timnas Indonesia U-23 yang akan menjalani Traning Camp (TC) di Korea Selatan dengan alasan sakit.
Berita Terkait
-
Jelang Lawan Vietnam, Media Tetangga Sindir Timnas Indonesia dengan Bendera Belanda dan Australia
-
Hasil Drawing FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Hadapi Malaysia!
-
Bukan Sekadar Menang 5-1, Gaya Main Mitchell Baker Cs Bikin Indonesia Dijagokan Juara Piala AFF 2026
-
Timnas Indonesia vs Timor Leste, John Herdman: Lawan Dianggap Lemah Justru Paling Bahaya
-
Timnas Indonesia Bantai Kamboja di Piala AFF 2026, Kapten Persib Sampaikan Kritik
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated
-
Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total