Suara.com - Sultan Samma merasakan aura positif ketika kembali ke klubnya, Borneo FC. Baru sepekan berlatih bersama dengan skuad berjuluk Pesut Etam, Sultan mengaku terkesan dengan atmosfer antarpemain dalam tim.
Menurut Sultan, rasa kekeluargaan antarpemain dan tim pelatih terasa sangat kuat. Hal itu pun membuat dirinya yang berstatus sebagai pemain senior semakin bersemangat untuk berlatih bersama pemain lain yang usianya jauh lebih muda.
"Seperti sebelumnya, semua seperti keluarga. Pemain lama menyambut positif mereka yang baru. Saya bisa merasakannya sejak hari pertama latihan," kata Sultan.
Program latihan yang dijalankan secara kekeluargaan tersebut, menurut Sultan, turut meringankan beban pemain. Sultan menyebut dirinya tetap bersemangat meski staf pelatih menggenjot fisik para pemain.
"Kalau lelah ya pasti ada karena lama tidak berlatih bersama. Tapi kami bisa saling menikmati karena suasana latihan sangat menyenangkan," jelas Sultan dikutip dari laman Liga Indonesia Baru, Rabu (18/5/2022).
Ditambahkan Sultan, saat ini skuat Borneo FC mulai mengasah taktik. Dia mengaku berusaha maksimal saat berlatih agar mendapat jatah bermain lebih banyak dari musim lalu.
"Tugas saya sebagai pemain hanya berusaha maksimal saat berlatih dan bertanding. Kalau urusan main atau tidak itu hak pelatih. Semua pemain tetap saling dukung," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Mulai Berlangsung November Mendatang, Persib dan Borneo FC Dapat Keistimewaan di League Cup
-
Cara Semen Padang Rekrut Stefano Lilipaly: Dari Video Call hingga Bujuk dengan Ini
-
Borneo FC All Out! Dari Winger Brasil hingga Gelandang Argentina Dirumorkan Merapat
-
Borneo FC Ditinggal 15 Pemain dan Pelatih, Nadeo Argawinata Masih Targetkan Juara
-
Ambisi Besar Macan Kemayoran: Datangkan Shin Tae-yong, Persija Siap Dominasi Liga 1!
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim