Suara.com - Pelatih Persita Tangerang Alfredo Vera menyebut bahwa anak asuhnya tampil lebih baik di laga kedua dibanding laga perdana Piala Presiden 2022 meski kalah dari PSS Sleman.
Pada laga kontra PSS yang berlangsung di Stadion Manahan Solo, Kamis (16/6/2022) kemarin, Persita menelan kekalahan dengan skor 0-2.
"Untuk babak pertama kita bermain rapi, mungkin ada kesalahan di belakang. Tapi babak kedua kita lebih baik. Ada beberapa peluang untuk mencetak gol tapi tidak bisa kita manfaatkan," kata Vera, dikutip dari laman resmi klub, Jumat (17/6/2022).
Vera juga menyoroti sejumlah peluang yang dimiliki skuad berjuluk Pendekar Cisadane itu, tetapi gagal dimanfaatkan dengan baik di muka gawang lawan.
Pada laga tersebut, Vera juga mengubah beberapa komposisi pemain menyusul kekalahan kekalahan dari PSIS Semarang di laga perdana.
Kali ini, Sirvi Arvani berduet dengan Ramiro Fergonzi di lini tengah, sementara penjaga gawang Rizky Darmawan, Elisa Basna, Mochamad Irvan dan Yohanis Kandaimu tampil lebih awal.
Meski sepanjang pertandingan hujan cukup deras mengguyur, Vera tak mau melihat kondisi itu sebagai kendala anak asuhnya dalam bermain.
"Saya tak berpikir pertandingan bisa berjalan seperti yang kita mau, ya itu tidak terpengaruh banyak," lanjutnya.
Untuk pertama kalinya, gelandang asal Argentina Ezequiel Vidal tampil dan masuk sebagai pemain pengganti di paruh permainan.
Baca Juga: Hasil Piala Presiden 2022: Bungkam Persebaya di GBLA, Persib Bandung Puncaki Grup C
"Vidal baru datang beberapa hari lalu, ia main di babak kedua. Semoga ke depan bisa lebih bagus, ia baru datang dan harus adaptasi dengan pemain lain. Kita juga harus melihat dengan siapa ia lebih cocok bermain di lapangan," kata Vera.
Pada pertandingan perdana di Piala Presiden 2022 kontra PSIS di stadion yang sama, Senin (13/6/2022), Persita harus mengakui keunggulan lawan setelah dikalahkan dengan skor telak 1-6.
Laga berikutnya, Persita akan menghadapi tim yang baru saja promosi dari Liga 2, Dewa United pada 20 Juni mendatang.
Tag
Berita Terkait
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC
-
Kekalahan dari Persib Jadi Sinyal Keras, Shin Tae-yong Beberkan Masalah Utama Persija
-
Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya, Duel Dua Tim dengan Statistik Nyaris Identik
-
Empat Raksasa Bertemu di Semifinal, Piala Presiden 2026 Menempa Sang Juara
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan