Suara.com - Berikut deretan pesepak bola yang pernah tersandung kasus pelecehan, di mana salah satunya ada talenta muda Indonesia yang kasusnya sempat viral beberapa waktu lalu.
Bukan lagi rahasia bahwa pesepak bola dekat dengan gaya hidup yang glamor. Kepamoran dan keglamoran yang ada membuat para pesepak bola pun dekat dengan para wanita.
Kedekatan dengan para wanita ini terkadang menjadi bumerang bagi para pesepak bola itu, sehingga banyak hal-hal negatif tercipta yang bisa merusak karier dan nama pemain tersebut.
Biasanya, hal-hal negatif ini tercipta karena pesepak bola itu sendiri yang merasa popularitas membuatnya bisa melakukan segalanya.
Maka tak mengherankan jika beberapa pesepak bola kerap diterpa kasus pelecehan terhadap wanita, yang bisa saja merusak kariernya.
Meski ada beberapa kasus pelecehan yang belum terbukti, tetap saja publikasi mengenai pelecehan ini membuat nama para pesepak bola ini tercoreng.
Setidaknya ada lima pesepak bola yang pernah tersandung kasus pelecehan. Tak disangka salah satunya adalah talenta muda Indonesia.
Kira-kira, siapa saja pemain tersebut?
Baca Juga: Akankah Manchester United Turunkan Cristiano Ronaldo pada Laga Perdana Liga Inggris?
Kembali ke tahun 2009, Cristiano Ronaldo pernah tersandung kasus pelecehan seksual terhadap seorang wanita bernama Kathryn Mayorga.
Kejadian itu tercipta saat keduanya bertemu di sebuah kelab malam di Las Vegas. Mayorga yang kala itu seorang model pemula, mengaku telah diperkosa oleh Cristiano Ronaldo.
Kasus ini makin bertambah panjang, sebab muncul laporan bahwa Cristiano Ronaldo membayar Mayorga 375 ribu poundsterling untuk tak membawa kasus ini ke pengadilan.
2. Adam Johnson
Berbeda dengan Cristiano Ronaldo, eks winger Manchester City, Adam Johnson, pernah tersandung kasus pelecehan seksual yang menyeretnya ke jeruji besi.
Adam Johnson harus dipenjara karena dirinya didakwa telah melakukan pelecehan seksual ke seorang remaja yang baru berusia 15 tahun.
Tag
Berita Terkait
-
Keinginan Man United Boyong Marko Arnautovic Terganjal Hal Ini
-
Erik ten Hag Sebut Ronaldo Beri Pengaruh Besar ke Manchester United
-
Erik Ten Hag: Permainan Manchester United Lebih Baik dengan Cristiano Ronaldo di Depan
-
Manchester United Jadi Pecundang di Pekan Pertama Liga Inggris, Erik ten Hag: Kami Butuh Proses
-
Manchester United Kalah oleh Brighton, Era Baru Erik ten Hag tidak Berjalan Mulus
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan