Suara.com - Pelatih tim nasional U-16 Indonesia Bima Sakti meminta anak-anak asuhnya untuk mengikuti arahan Presiden Joko Widodo agar menjaga konsistensi di tengah banjir apresiasi kepada mereka.
"Semoga pemain terus konsisten seperti arahan Presiden. Saya pun meminta pemain untuk lebih bijak menghadapi siklus ini," ujar Bima kepada Antara di Jakarta, Kamis (18/8/2022).
Bima Sakti menyadari bahwa semua perhatian dan publikasi skuadnya setelah menjuarai Piala AFF U-16 2022 berpotensi membuat pemainnya lupa daratan dan terserang sindrom bintang (star syndrome).
Pria berusia 46 tahun itu sama sekali tidak ingin anak-anak asuhnya lepas kendali karena mereka masih harus menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 pada awal Oktober 2022.
Oleh karena itu, pemain timnas Indonesia era 1990-an tersebut berusaha semaksimal mungkin untuk membatasi kegiatan-kegiatan yang harus dihadiri oleh timnas U-16.
Namun, acara-acara yang melibatkan skuad berjuluk Garuda Asia seperti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka dan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo setelahnya, Rabu (17/8), lalu dilanjutkan tampil di sebuah stasiun televisi swasta, dianggap Bima masih dalam tahap wajar.
"Saya kira masih wajar-wajar saja. Tadi malam (Rabu, 17/8/2022) kami ke stasiun televisi itu karena mereka mitra PSSI. Acara sudah selesai pukul 22.00 WIB. Sebenarnya kegiatan tim bisa lebih banyak, tetapi saya membatasinya agar pemain tidak kena star syndrome," tutur Bima.
Timnas U-16 Indonesia yang diundang mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-77 RI di Istana Merdeka pada Rabu (17/8), sempat ditemui oleh Presiden Jokowi seusai prosesi upacara.
Ketika itu, skuad berjuluk Garuda Asia mendapatkan pesan dari Presiden itu untuk selalu mempertahankan performa.
Baca Juga: Pemain Timnas Indonesia U-16 Bertemu Presiden, Begini Komentar Pelatih Persija
"Harus dijaga performanya. Jangan sampai menurun, biasanya ke (timnas) U-23 menurun. Harus konsisten," kata Presiden.
Timnas U-16 Indonesia berhasil menjadi kampiun Piala AFF U-16 2022 setelah menundukkan Vietnam dengan skor 1-0 pada laga final di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (12/8). Itu adalah gelar kedua Indonesia di turnamen tersebut setelah tahun 2018.
Prestasi tersebut membuat timnas U-16 Indonesia bergelimang pujian. Mereka pun mendapatkan gelontoran bonus dari berbagai pihak yang jumlahnya bisa mencapai lebih dari Rp2 miliar.
Berita Terkait
-
Sebut Pramono 'Asbun', Waketum PSI: Prabowo dan Surya Paloh Bukti Sukses Keluar dari Partai Lama
-
Angin Puting Beliung Lepaskan Atap, Begini Kondisi Stadion Pakansari Jelang Laga Timnas Indonesia
-
Persija Jakarta di Bawah Persib! Dominasi Maung Bandung di Timnas Indonesia
-
Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
-
Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Nasib Gen Z di Jalur Gaza, Sarjana Pengangguran Bergantung Hidup dari Bantuan Kemanusiaan
-
Sudah Lama Dinanti, Peserta Sambut Antusias Turnamen Sepak Bola Bergengsi di Tangerang
-
Review ANTA PG7 Travel 2: Sepatu Lari Murah Teknologi 'Dewa', Nyaman Buat Daily Run?
-
Bullet Train Explosion: Ketika Shinkansen Berpacu Melawan Bom dan Waktu
-
Gianni Infantino Murka, Tuding Kritikus FIFA Sebarkan Kebencian
-
Sungai Musi dan Jejak Batu Bara: Ketika Jalur Logistik Bertemu Krisis Ekologi
-
Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami
-
Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 Triliun
-
Survei SMRC: Popularitas MBG Tinggi, Tapi Kepuasan Publik Merosot
-
6 Rekomendasi Serum Flek Hitam Terbaik untuk Kulit Berminyak, Ringan dan Cepat Meresap