Suara.com - RANS Nusantara FC akan menghadapi Persik Kediri dalam pertandingan pekan kesembilan BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (10/9/2022) malam. Meski keduanya adalah penghuni papan bawah, tentu laga ini bakalan menarik.
RANS Nusantara FC dan Persik Kediri kini sama-sama berada di zona degradasi. RANS lebih baik dengan koleksi lima poin, sementara Persik dua poin.
Hingga pekan kedelapan, RANS baru sekali menorehkan kemenangan, sementara Macan Putih (julukan Persik Kediri) belum sekalipun memperoleh tiga poin di pertandingan.
Hal inilah yang membuat pertandingan ini bakalan seru. Kedua tim sama-sama akan tampil habis-habisan demi mendapatkan tiga poin.
Khusus RANS ini tentu menjadi kesempatan mereka. Bermain di kandang sendiri, tim milik Raffi Ahmad ini diprediksi langsung menekan sejak awal laga.
Pelatih Rahmad Darmawan juga harus segera membawa timnya beranjak dari zona merah. Jika tidak, bukan tidak mungkin ia dipecat menyusul penampilan tim yang tidak kian bagus.
Sementara Persik Kediri kini mereka punya pelatih baru yaitu Divaldo Alves. Tentu, bakalan ada perubahan penampilan Arthur Irawan dan kawan-kawan.
Persik Kediri harus segera bangkit karena mereka satu-satunya tim di BRI Liga 1 yang belum memenangi pertandingan. Hasil ini membuat mereka berada di posisi juru kunci klasemen.
Adapun pertandingan ini bisa disaksikan secara streaming di vidio.com mulai 18.15 WIB.
Baca Juga: Prediksi PSS Sleman vs Persis Solo di BRI Liga 1 2022/2023 Malam Ini
Perkiraan Susunan Pemain
RANS Nusantara FC (4-3-1-2): Hilman Syah; Edo Febriansyah, OK John, Victor Sallinas, Ady Setiawan; Fadilla Akbar, Alvin Tuasalamony, Mitsuru Maruoka; Makan Konate; Septian Bagaskara, Wander Luiz.
Pelatih: Rahmad Darmawan
Persik Kediri (4-3-3): Adi Satryo; Aqil Munawar, Arthur Felix, Vava Mario, Dany Saputra; Rohit Chand, Taufiq, Riyatno Abiyoso; Renan Silva, Ferinando Pahabol, Jaonderson.
Pelatih: Divaldo Alves
Berita Terkait
-
Mitchell Baker Hat-trick! John Herdman Terkesan dengan Debut Bintang Baru Timnas
-
Pesta Gol Garuda! Hattrick Mitchell Lee Baker Warnai Kemenangan 5-1 atas Kamboja
-
Angin Puting Beliung Lepaskan Atap, Begini Kondisi Stadion Pakansari Jelang Laga Timnas Indonesia
-
Jelang Piala AFF 2026, Stadion Pakansari Dipoles Rp8 Miliar untuk Timnas Indonesia
-
PSSI Pastikan Stadion Pakansari Siap Jadi Markas Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan