Suara.com - Perjalanan Timnas Serbia di Piala Dunia 2022 bakal dipimpin oleh Dragan Stojkovic di kursi pelatih. Ini bakal menjadi debut Stojkovic sebagai pelatih Serbia di ajang Piala Dunia.
Belum terlalu lama Stojkovic mengemban tugas ini. Dia ditunjuk menjadi pelatih kepala The Eagles --julukan Timnas Serbia-- pada Maret 2021. Di tangannya, Serbia tampil cukup menjanjikan.
Dari tiga laga terakhir, Serbia tak tersentuh kekalahan dengan catatan dua kemenangan dan sekali imbang. Di Piala Dunia 2022 nanti, Serbia tergabung di Grup G.
Jalan Stojkovic tidak akan mudah karena bakal berhadapan dengan tim-tim kuat macam Brasil, Kamerun, dan Swiss.
Perjalanan Karier Stojkovic
Stojkovic merupakan salah satu mantan pemain Timnas Yugoslavia (sebelum terpecah dan menjadi Serbia). Dia bermain dari tahun 1981 hingga 2001.
Setelah pensiun sebagai pemain di klub Jepang, Nagoya Grampus, Stojkovic tidak langsung berkecimpung di dunia kepelatihan.
Dia justru terjun ke bidang manajerial dengan menjadi Presiden Federasi Sepak Bola Serbia pada 2001. Dia juga masuk ke dalam komite FIFA.
Dia baru menjalani karier sebagai pelatih pada 2008 dengan menangani eks klubnya, Nagoya Grampus. Cukup lama Stojkovic di sana, total dia menghabiskan lima musim dari 2008 hingga 2013.
Baca Juga: Timnas Indonesia Digembleng di Turki dan Spanyol Jelang Piala Dunia U-20 2023
Setelah menganggur selama 2 tahun, Stojkovic menjadi pelatih dari tim Liga China, Guangzhou R&F pada 2015. Total dia menghabiskan 5 musim di sana dan pergi pada Januari 2020.
Stojkovic kembali menganggur selama sekitar 1 tahun sebelum ditunjuk menjadi pelatih kepala Timnas Serbia pada 3 Maret 2021.
Prestasi
Dari segi prestasi, Stojkovic terbilang bukan pelatih yang bergelimang gelar, berbeda saat dia aktif menjadi pemain. Satu-satunya kesuksesan sebagai pelatih diraih saat melatih Nagoya Grampus.
Selama 5 musim di sana, Stojkovic berhasil mempersembahkan satu gelar J1 League dan 1 trofi Piala Super Jepang.
Biodata Dragan Stojkovic
Berita Terkait
-
Erick Thohir Ungkap Alasan Kuat di Balik Dukungan ke Infantino Komersialkan Piala Dunia
-
UEFA Tolak FIFA Jual Saham Piala Dunia, PSSI Dukung Penuh: Indonesia Butuh Duit
-
UEFA Ancam Boikot FIFA, 55 Negara Eropa Siap Mundur dari Semua Turnamen
-
FIFA vs UEFA: Infantino Dituduh 'Suap' Rp598 M ke 211 Federasi, Termasuk PSSI?
-
Today History 30 Juli, Final Piala Dunia Pertama Hingga Hari Lahir DN Aidit
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan