Suara.com - Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone berharap perpanjangan waktu pada pertandingan fase gugur Copa del Rey atau Piala Raja dihapuskan sehingga penentuan pemenang langsung ditentukan melalui adu penalti.
Dalam kebanyakan turnamen-turnamen bersistem gugur, perpanjangan waktu selama 30 menit akan dimainkan jika skor antara kedua tim imbang.
"Itu adalah situasi dalam permainan yang semestinya dapat langsung kami capai, dan menurut saya bukan melalui perpanjangan waktu," kata Simeone pada konferensi pers seperti dikutip Antara dari AFP, Rabu (25/1/2023).
"Sudah terlalu banyak waktu permainan yang dihabiskan," tambahnya.
Atletico akan melawat rival sekota Real Madrid pada perempat final Piala Raja, Jumat (27/1/2023).
Pada pertandingan Piala Super Spanyol yang dimainkan di Arab Saudi pada awal Januari, kedua semifinalis memainkan perpanjangan waktu dan adu penalti. Real Madrid menaklukkan Valencia, sedangkan Barcelona menyingkirkan Real Betis.
Pelatih Real Betis Manuel Pellegrini juga sempat mengeluhkan perpanjangan waktu yang mesti dimainkan.
"Dengan pertandingan-pertandingan saat ini yang berkecepatan tinggi, perpanjangan waktu semestinya sudah tidak ada lagi. Ini menuntut terlalu banyak, dengan kecepatan yang kami mainkan pada hari ini," ucap Pellegrini.
Selain pertandingan dua tim sekota asal Madrid, pertandingan perempat final Piala Raja lainnya akan mempertemukan Barcelona melawan Real Sociedad, Osasuna menghadapi Sevilla, dan Valencia ditantang Athletic Bilbao.
Baca Juga: Manchester United Hobi Bajak Bintang Tua Real Madrid, Kini Bidik Karim Benzema
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan