Suara.com - Berikut ini deretan pemain yang pernah menjadi korban ketegasan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, di mana sebagian besar harus merasakan kariernya meredup.
Sejak ditunjuk PSSI pada akhir tahun 2019, Shin Tae-yong diberikan mandat untuk menukangi tiga level Timnas Indonesia, yakni U-19, U-23, dan senior.
Jabatan itu bahkan masih diembannya hingga memasuki tahun terakhir kontraknya yang akan habis pada Desember 2023 mendatang.
Dalam perjalanannya menukangi tiga level Timnas Indonesia tersebut, juru taktik asal Korea Selatan ini digambarkan sebagai sosok yang tegas.
Pelatih berusia 52 tahun itu bahkan tak segan menendang atau mendepak pemain yang tak sepaham dengannya atau jika pemain tersebut berbuat salah.
Kebanyakan para pemain yang ditendang Shin Tae-yong selama menukangi Timnas Indonesia ini melakukan kesalahan karena melakukan tindakan indisipliner.
Lantas siapa saja pemain yang pernah merasakan ketegasan Shin Tae-yong selama menukangi Timnas Indonesia? Berikut daftarnya.
Yudha Febrian merupakan mantan penggawa Timnas Indonesia U-19 yang pernah ditendang Shin Tae-yong karena tindakan indisipliner.
Ia didepak dari skuad karena pergi ke kelab malam saat dirinya menjalani pemusatan latihan. Kini, karier Yudha Febrian pun meredup, seiring banyaknya kasus yang ia terima di luar lapangan.
2. Nurhidayat Harris
Indonesia pernah memiliki bek masa depan pada diri Nurhidayat Harris. Tapi, tindakan indisipliner yang ia lakukan membuatnya didepak Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia.
Dengan embel-embel menjadi bek masa depan, Nurhidayat kini mendapati kariernya meredup, di mana ia sempat bermain di Liga 2 dan kini tercatat menjadi bagian Bhayangkara FC.
Sery Ephy Fano harus merasakan ketegasan Shin Tae-yong karena melakukan tindakan indisipliner bersama Yudha Febrian dengan pergi ke kelab malam.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis