Suara.com - Pelatih Bali United Stefano Cugurra mengatakan timnya takluk 1-5 dari Borneo FC akibat tak berjalannya taktik pada laga pekan ke-32 BRI Liga 1 Indonesia di Stadion Segiri, Samarinda, Senin (3/4/2023).
Dikutip dari laman resmi Liga Indonesia, Selasa (4/4/2023), Stefano Cugurra menjelaskan kekalahan timnya terjadi karena anak-anak asuhnya tidak bisa menempel ketat pemain-pemain lawan.
"Ya kita hari ini (kemarin) kurang marking lawan. Sementara lawan bermain lebih bagus dari kita dan kita harus terima kekalahan ini," ujar pelatih yang akrab disapa Teco.
Pelatih asal Brazil itu memuji kejelian pemain Borneo FC yang berhasil memanfaatkan kelonggaran penjagaan yang dilakukan oleh Ricky Fajrin dan kawan-kawan.
Teco juga turut memuji penampilan dari penyerang Borneo FC Matheus Pato yang tampil luar biasa dan benar-benar dapat mengeksploitasi lini pertahanan Serdadu Tridatu.
Pada pertandingan tersebut Pato tercatat memborong tiga gol alias hattrick sehingga pemain asal Brazil tersebut kini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Liga 1 Indonesia musim ini dengan torehan 23 gol.
"Waktu mereka bisa mencetak gol pertama dari penalti, kita harus bisa keluar tapi kita kurang marking jadi bisa tambahan gol tapi Pato (Matheus) main bagus sekali," ungkap Teco.
Akibat kekalahan ini Bali United masih tertahan di posisi kelima klasemen sementara Liga 1 Indonesia dengan torehan 51 poin, terpaut tiga poin dari Borneo FC di peringkat ke-4.
Selanjutnya Bali United akan melakoni pertandingan pekan ke-33 Liga 1 Indonesia menghadapi PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (7/4/2023) mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim