Suara.com - Pelatih Barito Putera Rahmad Darmawan meminta maaf atas insiden yang terjadi di bench dalam laga melawan Persib Bandung pada pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Minggu (13/8/2023).
"Pada kesempatan ini saya juga ingin meminta maaf atas insiden yang terjadi. Sungguh saya tidak bermaksud apapun," kata Rahmad Darmawan selepas pertandingan seperti dikutip dari Antara.
Dalam pertandingan tersebut, Rahmad Darmawan terlihat beradu mulut dengan disertai gerakan tangan tertentu sambil mendekati bench Persib dan pelatih Persib Bojan Hodak pun sama-sama terlihat cukup panas.
Wasit di pinggir lapangan yang melihat kejadian itu masih sempat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Namun Rahmad Darmawan dan salah satu tim pelatih dari Persib Bandung tampak harus menerima kartu kuning sebagai imbas insiden tersebut.
Rahmad Darmawan menegaskan tidak memiliki maksud apapun, tetapi hanya ingin mengingatkan agar para pelatih termasuk dirinya menghargai kinerja wasit.
Pasalnya, Rahmad menilai protes yang dilakukan tim Persib Bandung kerap berlebihan.
"Jadi saya tidak bermaksud apapun terkecuali ingin mengingatkan. Saya ingin pelatih asing datang ke sini itu memberikan edukasi, satu hal yang positif untuk bisa kita tiru, kita contoh, bukan malah menjadi dirigen untuk mengontrol apa yang diinginkan," ucapnya.
Meski demikian, Rahmad Darmawan menilai kejadian tersebut adalah kesalahpahaman hingga dirinya mendapatkan kartu kuning.
"Tapi bagi saya tidak masalah. Yang penting saya menyatakan permohonan maaf kepada teman-teman yang ada di sini yang melihat kejadian tadi (di lapangan)," ucap Rahmad Darmawan.
Diketahui, pertandingan Persib Bandung melawan Barito Putera itu berkesudahan imbang 1-1. Gol Persib Bandung dicetak Levy Madinda dan Murilo Mendez mencetak gol untuk Barito Putera.
"Secara keseluruhan kedua tim saling menguasai jalannya pertandingan, bergantian. Ketika tadi Persib unggul satu gol, mereka mulai bertahan tetapi saat dibalas 1-1, mereka mulai coba keluar dan saling berganti serangan cukup baik. Alhamdulillah kami bisa mendapatkan satu poin di laga tandang," tutur Rahmad Darmawan.
Dengan hasil ini, Barito Putera menduduki peringkat satu klasemen sementara Liga 1 dengan 14 poin, sementara Persib tertahan di posisi ke-16 dengan delapan poin. Kedua tim juga sama-sama telah memainkan delapan pertandingan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Real Madrid Didesak Salip Arsenal Rekrut Rekan Calvin Verdonk Berbandrol Rp1 Triliun
-
Penain Ini Disebut Bisa Jadi Biang Kerok Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2025
-
Hasil Piala Dunia 2026: Aksi Heroik Kiper Iran Alireza Beiranvand Bikin Belgia Gigit Jari
-
Ditipu Calo? Impian Nonton Piala Dunia 2026 Kakek 89 Tahun Pupus, Tiket Rp90 Juta Tak Kunjung Datang
-
Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko
-
Rahang Patah Tak Halangi Pemain Austria Tampil Mati-matian Jelang Lawan Argentina
-
Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!
-
Joget Gemoy Ratu Belanda di Ruang Ganti Usai Curacao Tahan Imbang Ekuador Viral
-
Daftar Lengkap 10 Pencetak Gol Termuda Piala Dunia: Lamine Yamal Lewati Messi
-
Kurang dari 16 Jam untuk Persiapan! Iran Tercekik Aturan AS, Ghalenoei Protes Keras