Suara.com - Berikut profil dan biodata Tristan Gooijer, bek keturunan milik Ajax Amsterdam yang mengaku dihubungi PSSI perihal naturalisasi untuk Timnas Indonesia.
Pemain kelahiran 2 September 2024 di Blaricum, Belanda itu mengaku masih pikir-pikir terkait tawaran naturalisasi dari PSSI.
Dia belum bisa mengambil keputusan salah satunya karena harus merunut silsilah keluarganya yang berasal dari Maluku, Indonesia.
"Situasiku lebih berbeda dan sedikit sulit untuk menjelaskan," kata Gooijer yang saat ini bermain untuk Ajax U-21.
Lalu siapakah Tristan Gooijer?
Tristan Gooijer memiliki darah Maluku yang mengalir lewat ibunya. Hal ini membuatnya menjadi kandidat menarik untuk naturalisasi oleh PSSI.
Pemain yang berposisi sebagai bek ini sebelumnya menjadi incaran PSSI untuk Piala Dunia U-20 2023, meskipun acara tersebut akhirnya dibatalkan.
Namun, setelah Piala Dunia U-20 2023 batal bergulir, kabar terkait minat PSSI untuk menaturalisasinya pun ikut meredup.
Andai benar-benar dinaturalisasi, Pemain yang berposisi sebagai bek ini bisa menjadi duet dari Justin Hubner di lini belakang. Nama terakhir tengah menjalani tahap akhir proses naturalisasi.
Baca Juga: Ricuh Suporter di Laga Dewa United vs Persib, PSSI Pastikan Suporter Maung Bandung Akan Konsolidasi
Profil dan Biodata Tristan Gooijer
Gooijer adalah produk binaan akademi Ajax Amsterdam. Ia telah bersama klub sejak kategori U-14 dan kini naik ke tim utama kendati untuk sementara tetap bermain untuk tim U-21.
Selain Ajax Amsterdam, Tristan Gooijer juga tercatat pernah menimba ilmu di FC Almere, Forza Almere, hingga Almere City FC. Kemudian pada 1 Juli 2016, ia mulai bergabung dengan akademi Ajax Amsterdam.
Kemampuan bermainnya yang serbaguna, baik sebagai bek tengah maupun bek kanan, membuatnya menjadi aset berharga untuk klub.
Tristan Gooijer memiliki dua kewarganegaraan, yaitu Belanda dan Indonesia, namun status resminya adalah berpaspor Belanda.
Meskipun belum memutuskan untuk menerima tawaran naturalisasi, potensi ini membuatnya menjadi pilihan menarik bagi PSSI. Gooijer sudah memiliki pengalaman bermain untuk timnas Belanda U-16 dan U-18.
Berita Terkait
-
Presiden Persiraja Banda Aceh Disebut Lawan Transformasi PSSI, Kenapa?
-
PSSI Diam-diam Hubungi Pemain Ajax Amsterdam Tristan Gooijer
-
Komika Mamat Alkatiri 'Bantu' PSSI Naturalisasi Emil Audero, Ketemu Langsung di Italia
-
Tuan Rumah Turnamen Piala Asia U-23, Qatar Ogah Sepelekan Timnas Indonesia
-
Hasil Sidang Terbaru Komdis PSSI: Tim-tim Liga 2 Panen Sanksi
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana