Suara.com - Bintang Thailand, Ekanit Panya membuat keputusan mengejutkan. Pemain berusia 24 tahun ini lebih memilih gabung klubnya Urawa Red Diamonds daripada membela tim Gajah Perang di Piala Asia 2023.
Thailand menghadapi situasi yang merugikan jelang Piala Asia 2023. Salah satu pemainnya, Ekanit Panya tidak memenuhi panggilan ke timnas.
"Kami ingin mengumumkan Ekanit Panya telah meminta untuk tidak berpartisipasi di Piala Asia 2023," tulis laporan Federasi Sepak Bola Thailand (FAT).
Pelatih tim Gajah Perang, Masatada Ishii akhirnya memanggil pemain lain yang bernama Picha Autra untuk menggantikan kekosongan yang ditinggalkan gelandang serang berusia 24 tahun ini.
Menurut laporan jurnalis Thailand via akun X @talao_, Ekanit Panya lebih memilih untuk bergabung dengan klubnya Urawa Red Diamond yang akan menjalani latihan jelang musim baru bersama pelatih anyar, Per-Mathias Hogmo.
Urawa Red sendiri akan menggelar pemusatan latihan mulai 10 Januari 2024. Jika Ekanit bergabung ke Thailand, maka dirinya akan terlambat gabung sekitar dua minggu.
Nah, keputusan pemain yang dipinjamkan Muangthong United ini mendapatkan kecaman keras dari suporter Thailand. Ia dinilai tidak nasionalis karena lebih mementingkan diri sendiri di level klub.
Terlepas dari momen ini, Ekanit Panya adalah pemain yang dipinjamkan Mangthong United ke Urawa Reds dengan opsi pembelian.
Menukil dari data Transfermarkt, Ekanit Panya telah bermain dalam 11 pertandingan di semua kompetisi brsama Urawa Red dengan sumbangan satuu gol dan satu assist.
Baca Juga: Shin Tae-yong Masih Pede dengan Timnas Indonesia saat Puji Kekuatan Jepang Hampir Sempurna di Asia
Berita Terkait
-
Messi dari Thailand Cedera, Tim Gajah Perang Pincang ke Piala Asia 2023
-
Pukulan Telak, Thailand Tanpa 2 Pemain Bintang di Piala Asia 2023
-
Bukan Cuma dari Timnas Indonesia, Ini Daftar Pemain BRI Liga 1 yang Bakal Mentas di Piala Asia 2023
-
Thailand Dibantai Jepang, Elias Dolah Alihkan Fokus ke Laga Bali United vs Persik di BRI Liga 1
-
Rekap Hasil Uji Coba Negara ASEAN: Timnas Indonesia dan Thailand Senasib Dibantai Lawan
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
3 Rekomendasi Sepatu Gumi Paling Worth It untuk Lari, Produk Lokal Harga Bersahabat
-
Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham
-
Kisah Sitti Fatimah Dorong Anaknya ke Laut Saat KMP Mutiara Sentosa Terbakar
-
Tips Memilih Smartwatch GPS untuk Trail Running, Ini 4 Rekomendasi Terbaiknya
-
Acer Day 2026 Bawa Swift Air 14 AI, Laptop AI Tipis dengan Performa Intel Core Ultra
-
Eternal Sunshine of the Spotless Mind: Saat Kenangan Tak Bisa Sepenuhnya Hilang
-
7 Cara Membersihkan Sunscreen Waterproof agar Tidak Menyumbat Pori
-
Mata Langit Satelit Lampung-1: Ambisi Gubernur Mirza Bawa Lampung ke Era Angkasa Tanpa APBD
-
Skenario Lolos Timnas Indonesia: Tak Ada Pilihan Selain Menang atas Singapura