Suara.com - Timnas Indonesia siap berhadapan lagi dengan Timnas Vietnam secara back-to-back dalam pertemuan lanjutan Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua. Meski layak percaya diri, pelatih Shin Tae-yong (STY) meminta pasukan Timnas Indonesia mempersiapkan diri dengan baik.
Setelah Timnas Indonesia mempecundangi Vietnam 1-0 di Piala Asia 2023 Qatar belum lama ini, kedua tim akan bertemu lagi di matchday 3 dan 4 Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua.
Timnas Indonesia terlebih dahulu menantang Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta pada 21 Maret 2024. Setelah itu, giliran Vietnam yang gantian menjamu skuad Garuda di Hanoi.
Kemenangan sangat penting didapatkan Timnas Indonesia buat menjaga asa lolos ke fase selanjutnya. Pasalnya, skuad Garuda belum sekalipun menerima kemenangan, di mana pada dua laga awal Grup F kalah dari tuan rumah Irak 1-5 dan hanya bisa seri 1-1 di markas Filipina.
Hasil tersebut membuat Timnas Indonesia kini ada di posisi juru kunci klasemen sementara Grup F. Namun, masih ada empat laga lagi yang bisa dimanfaatkan Asnawi Mangkualam cs mencari poin sebanyak-banyaknya.
"Saya selalu berpikir bahwa kami tidak boleh kalah dari Vietnam dalam hal isi permainan. Saya yakin bahwa kami memiliki peluang bagus dalam pertandingan nanti," kata Shin Tae-yong dilansir dari media Korea Selatan, Best Eleven, Selasa (27/2/2024).
Lebih lanjut, STY tahu Vietnam bukan tim yang mudah dikalahkan meski belakangan tim elite ASEAN itu sedang dalam tren menurun. Oleh sebab itulah, STY akan mempersiapkan skuad Timnas Indonesia dengan sebaik-baiknya.
Kekuatan terbaik tentu akan diturunkan pelatih berusia 53 tahun asal Korea Selatan itu pada laga nanti, termasuk menurunkan pemain-pemain naturalisasi yang belum lama ini baru diresmikan seperti Jay Idzes.
"Vietnam tim yang sangat baik. Kami perlu mempersiapkan diri dengan baik dan melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang kami inginkan," tukasnya.
Baca Juga: Pelatih Suwon FC Berikan Komentar Terkait Problem Pratama Arhan di Tim
Berita Terkait
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polda Metro Dalami Legalitas Ekskul Menembak Terkait 995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel
-
Mengaku Pencinta K-Pop, tapi Gagap saat Berhadapan dengan Kebudayaan Sendiri
-
3 Bedak Padat untuk Usia 40-an: Bisa Samarkan Kerutan Halus, Makeup Jadi Mulus
-
Pajak EGR Dinilai Bikin Transaksi Emas Elektronik Seret, Airlangga Turun Tangan
-
Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi