Suara.com - Timnas Indonesia dan Timnas Vietnam akan bertemu dua kali dalam putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada akhir bulan ini.
Pertandingan pertama akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 21 Maret 2024, diikuti dengan pertandingan kedua di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, lima hari kemudian.
Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia, telah mengonfirmasi 28 pemain dalam skuadnya, termasuk 13 pemain yang bermain di luar negeri, sementara Vietnam memanggil 33 pemain.
BACA JUGA: Sambut Positif VAR di Stadion Manahan, Gibran Rakabuming Malah Diejek Tidak Tahu Sepak Bola
Sebelas pemain naturalisasi, seperti Elkan Baggott, Jay Idzes, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Jordi Amat, Sandy Walsh, Ivar Jenner, Marc Klok, Thom Haye, Rafael Struick, dan Ragnar Oratmangoen, memperkuat Timnas Indonesia.
Vietnam hanya mengandalkan satu pemain naturalisasi, yaitu Nguyen Filip, seorang kiper berusia 31 tahun yang lahir di Praha, Republik Ceska.
Meskipun begitu, keberadaannya memberikan keunggulan tambahan bagi tim, dengan tinggi mencapai 192 cm, yang membuatnya menjadi elemen penting dalam pertahanan Vietnam.
Nilai total pasar Skuad Garuda mencapai Rp222 miliar, menurut data dari Transfermarkt, dengan Thom Haye menjadi pemain termahal sebesar Rp52,1 miliar.
Baca Juga: Sumpah WNI Pekan Depan, Thom Haye dan Ragnar Diusahakan Bisa Main Lawan Vietnam
Diikuti oleh Sandy Walsh dengan nilai pasar Rp26 miliar, Jay Idzes Rp15,6 miliar, Jordi Amat Rp13,9 miliar, dan Marc Klok Rp7,8 miliar.
Sementara itu, nilai total pasar skuad Vietnam, berdasarkan Transfermarkt, hanya mencapai Rp127 miliar.
Filip Nguyen menjadi pemain termahal dengan nilai pasar Rp10,4 miliar, diikuti oleh Hoang Duc Nguyen dengan Rp6,9 miliar.
Nguyen Quang Hai, mantan gelandang kasta kedua Liga Prancis, mengalami penurunan nilai pasar menjadi Rp5,2 miliar, sehingga menjadi pemain termahal keempat di Vietnam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas