Suara.com - Di dunia sepak bola, gaji pelatih tak jarang menjadi sorotan publik. Terlebih bagi pelatih tim nasional yang memimpin para pemain terbaik di negaranya. Dua nama pelatih yang belakangan ini menarik perhatian adalah Shin Tae-yong dan Roberto Mancini.
Shin Tae-yong, pelatih timnas Indonesia, dikabarkan mendapatkan gaji yang fantastis setelah perpanjangan kontraknya dengan PSSI. Namun, nominalnya masih dirahasiakan.
Di sisi lain, Roberto Mancini, pelatih timnas Arab Saudi, kabarnya menerima gaji 30 juta euro atau setara Rp496 miliar per tahun.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan gaji Shin Tae-yong sebelum perpanjangan kontrak.
Siapakah Shin Tae-yong dan Roberto Mancini?
Shin Tae-yong adalah mantan pemain sepak bola Korea Selatan yang kini menjadi pelatih timnas Indonesia.
Ia memiliki rekam jejak yang mentereng, termasuk membawa Seongnam Ilhwa Chunma menjuarai Liga Champions AFC 2010 dan timnas Korea Selatan ke Piala Dunia 2018.
Roberto Mancini adalah legenda sepak bola Italia yang kini melatih timnas Arab Saudi.
Ia pernah membawa Manchester City menjuarai Premier League dan timnas Italia menjuarai Euro 2020.
Baca Juga: Jadi Pemain Bebas, Profesor Thom Haye Dikabarkan Diincar Klub Liga Prancis OGC Nice
Siapa yang Lebih Layak Mendapatkan Gaji Tinggi?
Gaji seorang pelatih sepak bola ditentukan oleh berbagai faktor, seperti pengalaman, prestasi, dan nilai jual di pasaran.
Baik Shin Tae-yong maupun Roberto Mancini memiliki rekam jejak yang mentereng dan telah membawa tim yang mereka latih meraih kesuksesan.
Oleh karena itu, sulit untuk menentukan secara pasti siapa yang lebih layak mendapatkan gaji tinggi.
Pada akhirnya, gaji seorang pelatih ditentukan oleh kesepakatan antara pelatih dan federasi sepak bola yang diwakilinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik
-
Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau
-
Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan
-
Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG
-
Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun
-
Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?
-
Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998
-
Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi