Suara.com - Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) tidak main-main dalam menjaga keamanan dan kesehatan para pemain Timnas Indonesia. Jelang laga krusial melawan Australia di kualifikasi Piala Dunia 2026, PSSI telah menyiapkan pengamanan ekstra ketat bagi Thom Haye dan kawan-kawan.
Menurut Manajer Timnas Indonesia, Kombes Pol Sumardji, sebanyak 30 personel keamanan, termasuk 20 anggota Polri, akan mengawal para pemain sejak persiapan hingga pertandingan usai.
Kebijakan ini merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Mengapa Pengamanan Ditingkatkan?
Ada beberapa alasan di balik pengamanan ekstra ketat ini. Pertama, PSSI ingin mencegah terulangnya insiden kehilangan tas milik penyerang Timnas Indonesia, Dimas Drajad, yang terjadi pada akhir Agustus.
Kejadian tersebut menjadi perhatian serius dan mendorong PSSI untuk meningkatkan kewaspadaan.
Kedua, kesehatan para pemain juga menjadi fokus utama. Sumardji mengungkapkan bahwa antusiasme para suporter seringkali membuat pemain sulit untuk menjaga jarak dan berinteraksi secara langsung.
Padahal, risiko penularan penyakit, terutama di masa pandemi, sangat tinggi.
"Pengamanan ini betul-betul melekat pada pemain sampai pertandingan tanggal 10 September usai," kata Sumardji kepada awak media.
Baca Juga: Timnas Indonesia Makin Mengerikan, Senjata Baru Siap Debut Lawan Jepang pada November
"Dengan kembalinya para pemain ke negara masing-masing pada 11-12 September maka otomatis pengamanan itu pun selesai," tambahnya.
Pada laga yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (10/9), Timnas Indonesia akan menghadapi lawan berat, Australia. Pertandingan ini sangat krusial bagi kedua tim dalam upaya lolos ke putaran berikutnya.
Dengan pengamanan yang maksimal, diharapkan para pemain Timnas Indonesia dapat fokus sepenuhnya pada pertandingan dan memberikan penampilan terbaik.
Kemenangan atas Australia akan menjadi modal berharga bagi skuad Garuda untuk terus bersaing di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan