Suara.com - Buka-bukaan Yussa Nugraha perihal pemain keturunan yang tidak langsung bisa membela Timnas Indonesia dan harus menunggu lima tahun lamanya.
Melalui video yang diunggah pada kanal YouTube-nya, Yussa Nugraha menjelaskan sejumlah pemain keturunan yang berpotensi dan tidak bisa dinaturalisasi.
Dalam hal itu menarik diketahui beberapa pemain yang ternyata eligible atau bisa dinaturalisasi tetapi membutuhkan waktu cukup lama.
Pemain keturunan memang tengah ramai diperbincangan, terlepas dari kritik yang menyasar, program ini tetap dijalankan PSSI sesuai aturan yang berlaku.
Yussa Nugraha menyadari benar hal itu, namun beberapa pemain ternyata tidak eligible untuk dinaturalisasi karena memiliki keturunan yang jauh.
Sementara itu beberapa dari mereka dapat dinaturalisasi asalkan harus menunggu waktu yang lama, yakni tiga sampai lima tahun.
Lantas siapa saja pemain yang dimaksud Yussa Nugraha tersebut? berikut di antaranya pemain keturunan yang harus menunggu lama untuk bela Timnas Indonesia.
Menurut Yussa Nugraha, kesempatan Ryan Flamego bermain untuk Timnas Indonesia sangat kecil meski eligible untuk dinaturalisasi.
Baca Juga: Here We Go! Welber Jardim Dkk Bakal Kompetisi di Spanyol
Pasalnya, Ryan Flamengo sudah banyak memainkan pertandingan bersama Timnas Belanda U-21, sehingga ia harus menunggu waktu lama jika memilih Indonesia.
"Ryan Flamengo saat ini bermain untuk PSV, musim ini ia sign (dikontrak) dengan PSV Eindhoven," ucap Yussa Nugraha.
"Informasi yang aku dapat dari Ryan Flamengo, itu dia keturunan Jawa-Suriname dan itu pun dari pihak buyut."
"Kalau pun Ryan Flamengo eligible bermain untuk Timnas Indonesia, dia harus menunggu sekitar dua sampai lima tahun kalau nggak salah."
"Karena sekarang dia sudah bermain untuk timnas Belanda U-21 dan dia sudah banyak caps-nya bersama timnas Belanda U-21."
"Misal dia memilih bermain untuk Timnas Indonesia, dia harus beberapa tahun sekitar dua sampai lima tahun."
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim