Suara.com - Pelatih Shin Tae-yong mungkin sudah harus mempertimbangkan perubahan taktik untuk mengantisipasi laga kontra Jepang yang baru akan tersaji pada November mendatang.
Pasalnya, pelatih Samurai Biru, Hajime Moriyasu mulai terlihat mengikuti pendekatan taktik yang dipakai Timnas Indonesia sejauh ini.
Hal itu diungkap media Jepang, Nikkei. Mereka menganggap Jepang mampu tampil begitu dominan dan berbahaya saat menggunakan sistem formasi tiga bek tengah.
Jepang diketahui mengubah sistem formasinya dari mengandalkan empat bek menjadi 3-4-3, persis seperti Timnas Indonesia.
Formasi itu diterapkan Hajime Moriyasu saat menjamu China dan bertandang ke markas Bahrain dalam dua matchday awal Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada 5 dan 10 September lalu.
Hasilnya begitu memuaskan, Jepang tampil begitu trengginas, menghancurkan China dengan skor 7-0, serta melumat Bahrain lima gol tanpa balas.
"Dalam dua laga September, Jepang memenangkan pertandingan berturut-turut dengan jumlah gol yang banyak berkat keberhasilan formasi "tiga bek"," tulis Nikkei dikutip Suara.com pada Minggu (6/10/2024).
Meski sistem tiga bek begitu meyakinkan sejauh ini untuk Jepang, Nikkei merasa Samurai Biru harus melakukan pendekatan lain saat menghadapi tim-tim yang lebih kuat.
Pada Oktober, Jepang sudah ditunggu Australia dan Arab Saudi, dua tim yang digadang-gadang akan berebut satu tempat untuk menemani mereka lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Daftar Klub Irfan Raditya, Eks Timnas Indonesia Ditangkap Kasus Korupsi
"Menurut statistik yang dirilis oleh Konfederasi Sepak Bola Asia, "tingkat penguasaan bola" Jepang dalam dua pertandingan September adalah 77,2% dalam pertandingan melawan Tiongkok dan 76,1% dalam pertandingan melawan Bahrain. Keduanya sangat luar biasa."
"Namun, dua pertandingan pada bulan Oktober seharusnya lebih berimbang. Dengan mengingat hal itu, akan sangat menarik untuk melihat pertandingan seperti apa yang direncanakan Pelatih Moriyasu."
Merujuk pernyataan Nikkei di mana Jepang harus memikirkan ulang sistem yang akan diterapkan saat menghadapi tim kuat, maka asumsi tetap menggunakan formasi tiga bek saat melawan Timnas Indonesia masih valid.
Timnas Indonesia menjadi salah satu negara dengan ranking FIFA terendah di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Jepang jelas akan sangat percaya diri saat menghadapi skuad Garuda dan bisa saja tetap menurunkan formasi 3-4-3 selayaknya ketika mereka membantai China dan Bahrain.
Situasi itu mungkin harus dipikirkan Shin Tae-yong, mengingat jika Jepang menyamakan formasi Timnas Indonesia, tim dengan level permainan lebih baik kemungkinan besar yang akan meraih kemenangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard