Suara.com - Catatan sejarah buruk pernah ditorehkan Timnas Indonesia saat jumpa Bahrain, lawan yang akan dihadapi esok hari, Kamis (10/10) dalam lanjutan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia pernah dikuliti Bahrain dengan skor telak 0-10 pada 29 Februari 2012. Saat itu Timnas Indonesia dilatih oleh Aji Santoso.
Pasukan Aji Santoso saat itu kebobolan 10 gol tanpa balas di Bahrain National Stadium. Fakta sejarah ini rupanya membuat pelatih Shin Tae-yong terkaget-kaget.
Ketua umum PSSI Erick Thohir mengakui bahwa Shin Tae-yong sangat kaget bahwa dahulu tim Merah Putih pernah kebobolan 10 gol lawan Bahrain.
Erick bilang bahwa Shin Tae-yong tidak mengetahui latar belakang sejarah yang membuat Timnas Indonesia pada 2019 dibantai dengan skor begitu mencolok.
"Itu pas dualisme PSSI, dualisme liga. Saya juga masih muda banget dong. Ya waktu itu akhirnya kan kita tidak bisa mengirimkan tim terbaik. Ya wajar dibantai. Tetapi itu kan menjadi pelajaran buat kita," ujar Shin Tae-yong kepada awak media.
Disampaikan oleh Erick, untuk tahun ini, ia berharap sebagai bangsa yang besar, Timnas Indonesia bisa mewujudkan impian banyak orang menjadi tim terbaik. Semangat persatuan dan kesatuan harus dikedepankan kata ketum PSSI itu.
"Kalau kita pecah-pecah kayak dulu, masih punya ego sektoral, timnas sendiri, liga gak mau berhenti, EPA dan Soeratin jadwalnya bertabrakan, yang main timnas kalau enggak memperkuat Piala Soeratin di-blacklist, ya itu kehancuran kita," jelasnya.
"Justru itulah komitmen kita harus bisa mengatur semuanya lebih baik supaya timnas Indonesia lebih, jangan sampai dibantai 10-0 seperti dulu," tambahnya.
Baca Juga: Sahabat Sejati! Ini Satu-satunya Negara ASEAN yang Siarkan Laga Bahrain vs Timnas Indonesia
Ditegaskan oleh Erick bahwa catatan buruk dibantai 0-10 oleh Bahrain menjadi hal memalukan sebagai bangsa dan negara.
"Kita berdosa tidak bisa mempersiapkan tim dengan sebaik-baiknya karena ego pemimpin, ego kekuasaan tapi tidak mencari solusi untuk marwah dan martabat bangsa, sehingga kita bisa lebih baik," tegasnya.
Berita Terkait
-
Sahabat Sejati! Ini Satu-satunya Negara ASEAN yang Siarkan Laga Bahrain vs Timnas Indonesia
-
Timnas Indonesia Terus Tambah Pemain Naturalisasi, Erick Thohir: Tergantung...
-
4 Pemain Berpotensi Tak Masuk DSP Timnas Indonesia vs Bahrain, Maarten Paes Salah Satunya
-
Penyerang Paling Subur Bahrain Tebar Ancaman, Timnas Indonesia Wajib Waspada
-
3 Sosok Paling Berpengaruh dalam Keputusan Eliano Bela Timnas Indonesia
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi