Suara.com - Penyerang utama Bahrain, Hashim Sayed Isa, mengalami cedera parah yang membuatnya bakal absen saat timnya menghadapi Timnas Indonesia pada Maret 2205 mendatang.
Dilaporkan oleh berbagai media Timur Tengah, Hashim Sayed Isa mengalami cedera lutut saat menghadapi Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026 beberapa waktu lalu.
“Tim nasional Bahrain telah menyatakan dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Rabu lalu bahwa Hashim Sayed Isa mengalami pecahnya ligamen cruciatum serta tulang rawan internal dan eksternal di lutut kirinya,” bunyi artikel dari laman Koora.
Cedera ini didapat saat penyerang berusia 26 tahun itu berduel dengan pemain Arab Saudi. Dalam foto yang beredar, terlihat kaki kirinya salah tumpuan.
Alhasil, penyerang Al-Riffa itu harus ditandu keluar lapangan dan mendapat perawatan medis yang berlanjut ke tahap operasi.
Dikutip dari fittoplay, bila menilik jenis cedera yang dialaminya, kemungkinan Hashim Sayed Isa akan absen hingga 12 bulan atau hingga akhir musim 2024/2025.
Otomatis cedera ini bisa membuatnya absen membela Bahrain saat bertandang ke markas Timnas Indonesia di Matchday ke-8 grup C.
Sebagai informasi, Hashim Sayed Isa menjadi salah satu momok skuad Garuda pada Matchday ke-4 grup C beberapa waktu lalu.
Di laga tersebut, Hashim Sayed Isa masuk di menit ke-86 dan kemudian menjadi eksekutor sepak pojok yang membuahkan gol penyama kedudukan lewat Mohamed Mahroon di menit ke-90+9.
Baca Juga: Siapa Pemain Kesayangan Shin Tae-yong Bakal Dicoret Lawan Jepang?
Meski tak membuatnya mencetak assist, sepak pojok itu membuat Hashim Sayed Isa dipercaya tampil sebagai starter saat Bahrain menghadapi Arab Saudi.
Selain itu, Hashim Sayed Isa juga punya catatan apik saat membela Bahrain. Dari 17 penampilannya, ia mampu mencetak 6 gol bagi Dilmun Warriors.
Terlepas dari cedera itu, laga Timnas Indonesia vs Bahrain pada Maret 2025 mendatang tengah menjadi sorotan publik Tanah Air.
Pasalnya, laga ini kemungkinan akan dihelat di luar Indonesia menyusul hadirnya permintaan dari pihak Bahrain ke Konfederasi Sepak Bola Asia, AFC.
Pihak Bahrain meminta kepada AFC agar laga melawan Timnas Indonesia digelar di tempat netral, menyusul adanya ancaman siber yang diberikan netizen kepada pemain dan pihaknya.
Sejauh ini, AFC telah mendengarkan permintaan itu dan disebutkan akan memprosesnya dengan melakukan diskusi bersama pihak Bahrain, PSSI, dan juga FIFA.
(Felix Indra Jaya)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan