Perjudian PSSI, Apa Kerugian Timnas Indonesia Ganti Pelatih di Tengah Kualifikasi?

Sabtu, 11 Januari 2025 | 18:25 WIB
Timnas Indonesia disorot kelemahannya oleh media Australia. (PSSI)

Suara.com - Timnas Indonesia tidak lagi ditangani oleh Shin Tae-yong setelah dipecat oleh PSSI pada Senin (6/1/2024). Patrick Kluivert ditunjuk PSSI untuk menggantika posisinya.

Ketua PSSI, Erick Thohir, menyebutkan alasan pemecatan Shin Tae-yong, termasuk ketidakcocokan dalam penerapan strategi.

Suara.com mengulas dampak dari keputusan pemecatan tersebut.

1. Persiapan Bakal Susah

Banner selamat datang untuk Patrick Kluivert (pssi.org)

Siapa pun yang menggantikan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan besar.

Pelatih baru yakni Patrick Kluivert hanya memiliki waktu dua bulan untuk mempersiapkan tim menuju laga di Maret 2025.

Selain itu, popularitas Shin Tae-yong di masyarakat Indonesia menjadi tantangan tambahan bagi pemain baru.

2. Adaptasi Taktik

Saat ini, Timnas Indonesia berjuang di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan peluang lolos ke putaran final.

Pemecatan Shin Tae-yong oleh PSSI pada awal Januari 2025 dinilai cukup berani dan mungkin terlalu terburu-buru, mengingat masih ada empat pertandingan tersisa, dua di antaranya akan berlangsung pada Maret mendatang.

Bergantinya tampuk pelatih membuat strategi dan formasi Timnas Indonesia diyakini juga bakal mendapat penyesuaian.

Hal itu akan berimbas kepada para pemain yang harus kembali beradaptasi dalam waktu singkat.

Timnas Indonesia akan menghadapi Australia dan Bahrain pada Maret sebelum melawan China dan Jepang di dua laga penutup Grup C pada Juni mendatang.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com