Suara.com - Oxford United harus menelan pil pahit usai tumbang 2-3 dari Coventry City dalam laga ke-35 Championship yang berlangsung di Stadion Kassam, Sabtu (1/3). Meski pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny berhasil mencetak gol perdananya bagi tim, hal tersebut belum cukup untuk menghindarkan tuan rumah dari kekalahan dramatis.
Oxford United tertinggal lebih dulu akibat gol cepat yang dicetak Jack Rudoni. Namun, harapan sempat muncul di babak kedua ketika Romeny sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-53.
Sayangnya, Coventry kembali menunjukkan dominasinya hingga akhirnya Tatsuhiro Sakamoto memastikan kemenangan tim tamu lewat gol di menit ke-71.
Hasil ini menambah rentetan hasil negatif bagi Oxford United yang kini telah mengalami tiga kekalahan dalam lima pertandingan terakhir.
Pelatih Gary Rowett pun tak dapat menyembunyikan rasa frustrasinya atas performa timnya.
"Saya kecewa karena banyak alasan," kata Rowett dikutip dari Oxford Mail.
Menurut Gary Rowett, timnya gagal mengawali laga dengan baik, terutama karena kebobolan gol cepat yang membuat situasi semakin sulit.
Gary Rowett menyoroti kelemahan lini pertahanan yang dinilai terlalu mudah ditembus lawan, terutama saat menghadapi serangan balik Coventry.
Oxford United sempat mendapatkan momentum setelah berhasil menyamakan kedudukan, tetapi hal itu tidak berlangsung lama.
Baca Juga: Mees Hilgers Mau Dibeli Valencia, Segini Harganya
Setelah skor kembali imbang 2-2, harapan untuk bangkit justru sirna akibat pelanggaran yang berujung penalti bagi Coventry.
Gary Rowett menegaskan bahwa timnya harus segera memperbaiki pertahanan agar tidak terus kehilangan poin berharga di sisa musim ini.
Oxford United kini menghadapi tantangan berat untuk bangkit dan kembali ke jalur kemenangan di laga berikutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?