Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, ternyata masih kalah dari pendahulunya, Simon McMenemy. Sebab, cuma Simon yang bisa menyumbang kemenangan di laga debut bersama skuad Garuda.
Seperti kita ketahui bersama, Patrick Kluivert gagal menyumbang kemenangan di laga perdananya bersama Timnas Indonesia. Skuad Garuda malahan dibantai 1-5 oleh Australia di laga ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada 20 Maret lalu.
Kluivert menukangi Timnas Indonesia sejak Januari lalu. Juru formasi asal Belanda tersebut menggantikan Shin Tae-yong yang dianggap PSSI bermasalah dalam hal komunikasi serta kepemimpinan.
Padahal, sosok yang akrab disapa STY itu cukup banyak menyumbangkan prestasi untuk Timnas Indonesia. Meski memang bersamanya skuad Garuda belum pernah mengangkat trofi.
Berbicara mengenai Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan itu pun bernasib serupa seperti Patrick Kluivert. Pada laga debut STY bersama Skuad Garuda, Timnas Indonesia juga menderita kekalahan.
Timnas Indonesia racikan STY kalah itu dikalahkan Oman 1-3 pada 28 Mei 2021. Laga ini berlangsung satu tahun setelah Shin Tae-yong ditunjuk sebagai juru taktik karena adanya Pandemi Covid-19.
Mundur ke belakang pada 2018 ketika Timnas Indonesia diasuh Bima Sakti. Ia juga menyumbang kekalahan di laga perdananya sebagai juru formasi Garuda tepatnya saat bersua Singapura di Piala AFF 2018 dengan skor 0-1.
Begitu juga dengan Luis Milla pada 2017. Juru formasi asal Spanyol tersebut menderita kekalahan kontra Myanmar 1-3 di laga uji coba pada 21 Maret 2017.
Dari lima pelatih Timnas Indonesia teranyar cuma Simon McMenemy saja yang bisa memenangi laga perdananya. Tepatnya pada laga uji coba uang berlangsung pada 25 Maret 2019.
Baca Juga: Media Belanda Bahas Debut Patrick Kluivert: STY Lebih Memahami Pemain Timnas Indonesia
Meski begitu, memang tidak bisa disamakan level pertandingan Kluivert dengan McMenemy. Ini karena mantan pelatih Bhayangkara FC itu kelasnnya cuma uji coba sedangkan Kluivert ajang resmi kualifikasi Piala Dunia.
Perjuangan Timnas Indonesia racikan Patrick Kluivert
Patrick Kluivert masih punya tanggung jawab terhadap tiga laga sisa di ronde tiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Yaitu menghadapi Bahrain, China, dan Jepang.
Pertandingan melawan Bahrain berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada 25 Maret 2025. Laga ini sangat penting dimenangi untuk menjaga asa lolos ke fase selanjutnya kualifikasi Piala Dunia 2026.
Begitu pun saat menghadapi China, Timnas Indonesia wajib menang karena bertindak sebagai tuan rumah. Sedangkan saat bersua Jepang minimal hasil imbang didapat meski target ini sangat sulit tercapai.
Hal ini dikarenakan Jepang punya level di atas Timnas Indonesia. Terlebih, skuad Garuda melakoni pertandingan awal di laga pamungkas Grup C tersebut.
Berita Terkait
-
Media Belanda Bahas Debut Patrick Kluivert: STY Lebih Memahami Pemain Timnas Indonesia
-
Senyum Ngenyek Pelatih Arab Saudi Pasca Timnas Indonesia Dipermak Australia
-
Membongkar Kesalahan Quotes yang Ditulis Erick Thohir Usai Timnas Kalah, Ustaz: Sebaiknya Dihindari
-
Cegil dan Influencer Dilarang Mendekat! Lawan Bahrain, Jay Idzes Cs Dijaga Ketat
-
Lupakan Australia, Timnas Indonesia On Fire Lawan Bahrain: Kemenangan di GBK Harga Mati!
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Beralih ke Mobil Listrik? Ini Panduan Cara Merawatnya agar Tetap Optimal dan Awet
-
Tramadol Masih Mudah Dibeli, Pembatasan Resep Dokter Mendesak, Jalur Ilegal Harus Distop
-
Singapura Siapkan Cara Khusus Matikan Mitchell Baker, John Herdman Harus Putar Otak
-
Keistimewaan Eks Jampidsus Febrie: Dari Tak Pakai Rompi Tahanan hingga Masih Digaji Negara
-
Manga The Prince of Tennis Tamat, Bab ke-477 Tutup Perjalanan 27 Tahun
-
WhatsApp Rilis Fitur '@semua' dan Polling Pintar, Solusi Akhir Drama Chat Grup yang Berisik!
-
Begini Arah Bisnis PT Pos Setelah Terbukti Poles Laporan Keuangan
-
Keluarga Widi Menanti Nyali Oknum Polisi Beji Penjemput Maut untuk Meminta Maaf Langsung
-
Indosat Ubah Cara Gamer Menikmati Dunia Digital, 5G Jadi Mesin Utama HoYo FEST 2026
-
Kalau Nanti Di-bully Lagi Bagaimana? Tidak Akan Ada Mau Berteman dengan Saya