Selain Zambia, wakil Afrika di Piala Dunia U-17 2025 dengan status debutan ialah Uganda.
Uganda juga berpotensi bisa jadi mangsa Garuda Muda jika kedua tim bertemu di babak fase grup Piala Dunia U-17 2025.
Uganda U-17 dilatih oleh Brian Ssenyondo. Secara statistik, Uganda di tahun ini menelan dua kekalahan dan dua kemenangan dari 4 pertandingan.
Di tahun ini, Uganda U-17 sempat kebobolan lima gol tanpa balas saat bertemu Maroko di babak fase grup Piala Afrika U-17.
El Savador
Tim lain yang berstatus debutan ialah El Savador. Mereka jadi satu-satnya wakil Concacaf dengan status debutan di Piala Dunia U-17.
Dibanding dua tim Afrika di atas, El Savador sepanjang 2025 melakoni banyak pertandingan.
Tim besutan Juan Carlos Serrano itu melakoni 7 pertandingan. Dari 7 laga itu, El Savador menelan 3 kekalahan dan sisanya menang.
El Savador di tahun ini tercatat pernah meraih kemenangan 8-0 atas tim kecil Cayman Islands U-17 pada babak fase grup Piala Concacaf U-17 2025.
Baca Juga: Murid Teladan STY Bakal Ditunjuk PSSI Jadi Pelatih Timnas Indonesia di SEA Games 2025
Fiji
Selanjutnya tim dari zona Osenia, Fiji yang berstatus tim debutan di Piala Dunia U-17 2025.
Jika Timnas Indonesia U-17 berpotensi bertemu Fiji, bukan tidak mungkin kemenangan akan diraih Garuda Muda.
Statistik tim asuhan Sunil Kumar itu tida terlalu mengesankan sepanjang 2025. Di atas kertas, jika Timnas Indonesia U-17 bertemu Fiji, keunggulan ada di tangan Garuda Muda.
Republik Irlandia
Terakhir ada wakil dari UEFA, Republik Irlandia. Negara ini jadi satu-satnya wakil UEFA dengan status debutan di Piala Dunia U-17.
Bermain di panggung internasional tentu bisa membuat pemain Republik Irlandia grogi. Sementara Timnas Indonesia U-17 setidaknya pernah merasakan Piala Dunia U-17 2023 lalu.
Namun tentu saja melawan Irlandia, Garuda Muda wajib ekstra waspada. Tim-tim dari Eropa punya gaya permainan yang sulit untuk ditaklukan.
Statistik tim ini pun terbilang cukup mentereng. Mereka sempat pesta gol 5-1 ke gawang Islandia U-17.
Dari 4 pertandingan, Irlandia U-17 meraih 2 kali kemenangan dan 2 kali kalah.
Berita Terkait
-
Murid Teladan STY Bakal Ditunjuk PSSI Jadi Pelatih Timnas Indonesia di SEA Games 2025
-
Ironi Timnas Indonesia di AFC U-17: Dari Penampil Terbaik, Menjadi Paling Tak Berkutik
-
Timnas Indonesia Keok, Media Asing Singgung Nova Arianto: Si Murid Shin Tae-yong
-
Timnas U-17 Tersingkir di Babak 8 Besar Piala Asia, Nova Arianto Gagal Samai Capaian sang Mentor
-
3 Hal Aneh di Piala Asia U-17 2025, Salah Satunya Negara Terkuat Tumbang!
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA