Suara.com - Eks pelatih Asnawi Mangkualam dan Marc Klok di PSM Makassar, Darije Kalezic memberikan sindiran telak kepada pemain asal Belanda.
Kalezic yang saat ini berkarier di Liga Serbia bersama TSC Backa Topola membandingkan karakter pemain asal Belanda dengan pesepak bola kawasan Balkan.
Menurut Kalezic, ada perbedaan mencolok antara kedua pemain dalam hal menaati instruksi pelatih.
Kalezic punya pengalaman panjang di sepak bola Belanda, termasuk melatih klub-klub seperti De Graafschap, Jong PSV, MVV, Roda JC, dan Jong FC Utrecht.
Maka, wajar jika ia berbicara dengan landasan pengalaman langsung ketika membandingkan pemain Belanda dan pemain Balkan.
“Di Belanda, jika pelatih memberi instruksi, sering kali responsnya adalah, ‘Ya, tapi kenapa harus begitu, pelatih?’,” ujar Kalezic kepada media Serbia.
“Sedangkan di Balkan, kalau pelatih bilang sesuatu, mereka akan langsung bilang, ‘Baik, pelatih. Akan kami lakukan.’” sambung eks pelatih PSM itu.
Menurut Kalezic, perbedaan tersebut bukan hanya soal budaya sepak bola, tetapi juga soal latar belakang kehidupan para pemain.
Banyak pemain dari kawasan Balkan tumbuh dalam situasi sulit, yang pada akhirnya membentuk mental juara dan sikap pantang menyerah.
Baca Juga: Belanda vs Portugal di Euro U-21: Peran Krusial 3 Pemain Keturunan Indonesia
“Mereka tahu bahwa sepak bola bukan hanya soal hobi atau hasrat, tapi soal roti dan masa depan mereka. Mentalitas mereka terasah karena masa kecil yang penuh tantangan,” jelasnya.
“Pemain-pemain dari wilayah ini benar-benar ‘sakit’ jika kalah. Mereka akan melakukan segalanya untuk menang. Itulah mentalitas yang saya coba tanamkan di semua tim saya.” paparnya.
Lebih lanjut eks pelatih Asnawi Mangkualam itu juga menilai bahwa kurangnya hasrat untuk menang secara mutlak telah menjadi penghambat utama bagi Belanda untuk bisa berjaya di level dunia.
“Di Belanda, mentalitas juara itu kurang tertanam kuat. Dan menurut saya, itu juga alasan utama kenapa kami (Belanda) belum pernah menjuarai Piala Dunia atau bahkan lebih sering juara Eropa,” tegasnya.
Karier Baru Darije Kalezic
Masih ingat dengan eks pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic? Pelatih berusia 55 tahun itu di musim depan akan melatih klub antah berantah.
Berita Terkait
-
Bojan Hodak Mendadak Singgung Klub Asnawi Jelang Piala Presiden, Ada Apa?
-
Kata Menyentuh Kiper Cadangan Maarten Paes dan Emil Audero: Saya Banyak Belajar
-
Eks Pelatih Rafael Struick, Marc Klok dan Asnawi Kini Berkarier di Klub Antah Berantah
-
Profil Port FC, Klub Asnawi Mangkualam Hadapi Klub Liga Inggris di Piala Presiden 2025
-
Jordi Amat Pergi dari JDT, Bintang Persib Bandung Gercep Beri Apresiasi
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana