- Transfer Mees Hilgers ke Stade Brest gagal karena tes medis tak sempat dilakukan sebelum deadline.
- Posisi Hilgers di FC Twente makin terancam setelah klub mendatangkan dua bek baru.
- Bursa transfer di Belanda, Belgia, Turki, dan Arab Saudi masih memberi peluang, tetapi belum ada tawaran konkret.
Suara.com - Masa depan Mees Hilgers masih jadi tanda tanya besar. Bek Timnas Indonesia itu gagal merampungkan kepindahannya ke Stade Brest di menit-menit akhir bursa transfer, membuat posisinya di FC Twente semakin sulit.
Sejatinya, kesepakatan dengan Brest sudah hampir rampung. Skemanya jelas: Hilgers dipinjam semusim penuh dengan opsi pembelian permanen.
Bahkan, demi memperlancar proses itu, sang bek rela memperpanjang kontraknya setahun lagi bersama Twente.
Namun, mimpi main di Ligue 1 pupus karena faktor non-teknis. Dokumen transfer rampung tepat waktu, tetapi proses tes medis tak sempat diselesaikan.
Pasalnya, deadline bursa transfer di Prancis lebih cepat dari mayoritas liga top Eropa.
“Urusan dokumen sudah selesai tepat waktu, tetapi tidak cukup waktu untuk menyelesaikan tes medis, seperti yang diwajibkan oleh Asosiasi Sepak Bola Prancis,” tulis De Telegraaf.
Jendela transfer Prancis ditutup Senin (1/9/2025) pukul 20.00 waktu setempat, sementara di liga lain masih terbuka hingga tengah malam.
Akibatnya, kontrak Hilgers yang sudah siap tidak bisa difinalisasi.
Kegagalan ini memperburuk posisi Hilgers di Enschede. Twente baru saja mendatangkan dua bek anyar, Robin Propper dan Stav Lemkin, yang berpotensi memangkas menit bermainnya.
Baca Juga: Resmi! Daftar Lengkap Transfer Deadline Day Serie A Italia
Direktur Teknik FC Twente, Jan Streuer, juga tak menutup kemungkinan melepas sang bek.
“Memang ada sesuatu yang sedang berlangsung terkait Mees Hilgers,” kata Streuer, dikutip Twente Insite via Tubantia.
Twente bahkan menyiapkan opsi agar asetnya tak hilang percuma.
“Satu di antara opsi juga adalah FC Twente meminjamkan Hilgers terlebih dahulu. Tapi dia harus memperpanjang kontraknya terlebih dahulu, supaya kami bisa menjualnya tahun depan,” tambah Streuer.
Situasi kontrak memang jadi masalah. Hilgers tinggal menyisakan semusim lagi di De Grolsch Veste.
Jika bertahan tanpa kepastian, Twente bisa kehilangan sang bek secara gratis pada 2025.
Berita Terkait
-
Senyum Lebar Rasmus Hojlund Tinggalkan Manchester United Gabung Napoli
-
Nomor Keramat di Anfield Kini Milik Alexander Isak, Mampukah Ia Jadi Legenda Baru?
-
Rekap Lengkap Bursa Transfer Serie A 2025: AC Milan dan Napoli Agresif
-
Peta Baru Pemain Keturunan Timnas Indonesia: Ada yang Pulang Kampung, Ada yang Naik Level di Eropa
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?
-
Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%
-
Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran
-
Heboh Kasus Pencabulan Anak SD Yatim Piatu di Sumut, Guru ASN Wajib Disanksi Berat jika Terbukti