- Adrian Wibowo, pemain muda Los Angeles FC, dipanggil Timnas Indonesia.
- Adrian Wibowo dikenal sebagai "Arek Suroboyo" karena ayahnya berasal dari Surabaya.
- Kehadiran Adrian diharapkan memperkuat lini serang Timnas untuk FIFA Matchday.
Suara.com - Dari mana garis keturunan Adrian Wibowo? Kabar positif datang bagi Timnas Indonesia menjelang jadwal FIFA Matchday September 2025.
Pemain muda Adrian Wibowo dipastikan masuk daftar pemain yang dipanggil memperkuat skuad Garuda dalam laga internasional tersebut.
Konfirmasi pemanggilan Adrian Wibowo pertama kali diumumkan oleh klubnya, Los Angeles FC, yang saat ini menjadi tempatnya berkarier di Major League Soccer.
Melalui akun Instagram resmi, Los Angeles FC merilis daftar pemain yang mendapat panggilan tim nasional, dan nama Adrian Wibowo tercantum sebagai perwakilan untuk Timnas Indonesia.
Adrian saat ini baru berusia 19 tahun, namun kiprahnya di Major League Soccer cukup mencuri perhatian.
Sebagai talenta muda, ia dikenal dengan julukan Arek Suroboyo karena memiliki garis keturunan dari ayahnya yang berasal dari Surabaya.
Kehadiran Adrian Wibowo di Timnas Indonesia dipandang sebagai langkah penting untuk regenerasi skuad Garuda di bawah asuhan Patrick Kluivert.
Meski kabar ini sudah dikonfirmasi pihak klub, PSSI dan manajemen Timnas Indonesia belum memberikan keterangan resmi mengenai pemanggilan sang pemain.
Meski demikian, publik Tanah Air menyambut positif tambahan amunisi ini menjelang FIFA Matchday.
Baca Juga: Detik-detik Miliano Jonathans Batal Sumpah WNI, Ada Apa Sebenarnya?
Adrian diprediksi akan menambah kedalaman skuad serta memberikan variasi baru pada lini serang Timnas Indonesia.
Sebagai pemain muda yang berkarier di luar negeri, ekspektasi terhadap Adrian Wibowo semakin besar karena dinilai bisa membawa warna baru bagi sepak bola Indonesia.
Profil singkatnya menunjukkan ia lahir di Los Angeles pada 17 Januari 2006 dan memulai karier sepak bola di akademi lokal sebelum bergabung dengan Los Angeles FC.
Dengan status pemain keturunan Indonesia, pintu untuk membela Timnas Indonesia terbuka lebar baginya.
Musim ini di Major League Soccer, Adrian Wibowo sudah mendapatkan kesempatan tampil bersama tim utama meski menit bermainnya masih terbatas.
Catatan statistik memperlihatkan ia sudah merasakan dua kali penampilan resmi di MLS dengan total waktu 16 menit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan